Konflik Timur Tengah Tidak Menyurutkan Minat Wisatawan Domestik

Konflik Timur Tengah Tidak Menyurutkan Minat Wisatawan Domestik
Foto: Ilustrasi Konflik Timur Tengah Tidak Menyurutkan Minat Wisatawan Domestik.

Sektor pariwisata domestik maupun mancanegara tetap menunjukkan tren positif meskipun terdapat ketegangan geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Lonjakan pemesanan tiket terpantau stabil menjelang periode libur panjang pada Mei 2026 dan masa libur sekolah tengah tahun mendatang.

Data dari agen perjalanan daring tiket.com menunjukkan bahwa aktivitas pemesanan tiket pesawat serta paket wisata tidak mengalami gangguan berarti. Dilansir dari Detik Travel, kondisi pasar pada kuartal pertama tahun ini masih berada dalam kategori yang baik di tengah situasi global yang memanas.

Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, menyampaikan pandangannya mengenai performa bisnis perusahaan dalam konferensi pers tiket Green di Jakarta Pusat pada Rabu (22/4/2026).

"Thankfully kita punya tourism is actually, saya enggak bilang super bagus, enggak, tapi kita juga actually not bad dan quarter satu kita itu walaupun ada war, still good," ungkap Gaery.

Optimisme pertumbuhan industri ini diperkirakan akan berlanjut hingga pertengahan tahun seiring dengan tingginya permintaan perjalanan dari masyarakat.

"Jadi kayaknya akan tetap terus ngegas gitu ya. Nanti mungkin setelah bulan Juli kita enggak tahu, tapi in general sih jujur sih masih cukup optimis buat ini," tambah dia.

Pihak agen perjalanan konvensional juga mencatat pola serupa di mana tidak ditemukan penurunan angka pemesanan yang drastis akibat konflik di Timur Tengah. Vice President Business Development Golden Rama Tours & Travel, Kitty Chandra, menyebutkan pada Selasa (21/4/2026) bahwa permintaan pasar saat ini cenderung lebih tersegmentasi.

"Yang menarik di sini, demand (permintaan) itu tidak hilang. Demand itu kalau kita boleh bilang sekarang lebih segmented (tersegmentasi)," ujar Kitty.

Situasi ketegangan di luar negeri justru menjadi momentum bagi penguatan pariwisata dalam negeri karena adanya kendala operasional penerbangan ke kawasan konflik.

"Kalau menurut saya malah orang bakal berpikir-pikir kayaknya lagi ribet di luar (negeri) ya, mendingan traveling domestik gitu kan," pungkas Gaery.

Destinasi di kawasan Asia seperti Jepang, Hong Kong, Korea, dan China kini menjadi pilihan utama bagi pelancong yang mencari keamanan. Selain itu, lokasi domestik seperti Labuan Bajo dan Sumba juga menjadi alternatif yang diminati oleh wisatawan.

"Tujuan destinasi di domestik pun sangat menarik ya, seperti Labuan Bajo. Bahkan banyak yang ke Sumba dan yang lain-lain," pungkas Kitty.

Artikel terkait

Rekomendasi