Sebanyak 80 persen dari 800 perusahaan di Inggris dilaporkan mengalami atau berpotensi menghadapi dampak ekonomi yang signifikan akibat rentetan serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran. Dampak tersebut mayoritas dipicu oleh lonjakan harga energi global serta membengkaknya biaya pengiriman logistik internasional.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Media Indonesia pada Senin (25/5), data tersebut diperoleh melalui hasil penelitian daring yang melibatkan ratusan pelaku usaha selama bulan April. Sektor industri manufaktur tercatat menjadi bidang usaha yang paling rentan, dengan 68 persen perusahaan mengaku telah merasakan imbas negatif secara langsung dan 23 persen lainnya memperkirakan akan segera terdampak.
Kamar Dagang Inggris memaparkan rincian mengenai proyeksi beban operasional yang harus ditanggung oleh para pelaku usaha di tengah situasi geopolitik yang memanas tersebut.
"Empat dari lima perusahaan atau 80% melaporkan adanya dampak yang sudah dirasakan atau diperkirakan akan muncul akibat konflik Iran, berdasarkan penelitian British Chambers of Commerce (BCC)," kata Kamar Dagang Inggris.
Kondisi ini diperparah oleh tekanan inflasi dari sektor utilitas yang mengancam stabilitas keuangan jangka panjang perusahaan-perusahaan di Inggris.
"Kenaikan harga energi dan biaya pengiriman menjadi dampak langsung yang paling sering disebut oleh perusahaan yang disurvei. Lebih dari 800 perusahaan berpartisipasi dalam penelitian daring selama April,ÔÇØ kata organisasi tersebut menambahkan.
Ketegangan di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pengusaha mengenai lonjakan tagihan operasional dalam jangka waktu satu tahun ke depan.
ÔÇ£Menurut penelitian tersebut, tiga perempat perusahaan atau 75% memperkirakan kenaikan tagihan energi dalam satu tahun ke depan akibat konflik tersebut. Sebanyak 43% perusahaan yang merespons menyatakan memperkirakan biaya energi mereka akan meningkat lebih dari 20% dalam 12 12 bulan mendatang,ÔÇØ demikian isi pernyataan itu.
Tekanan ekonomi ini tercatat terus memburuk jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, yang terlihat dari peningkatan jumlah bisnis yang mulai kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran listrik bulanan mereka.
Studi tersebut juga mendapati bahwa jumlah perusahaan yang melaporkan kesulitan membayar tagihan listrik meningkat 9 poin persentase sejak awal tahun, mencapai 36%.
Serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk kawasan Teheran, sebelumnya telah terjadi pada 28 Februari 2026 yang kemudian memicu lonjakan harga gas alam di Eropa sebesar 6,6 persen hingga mencapai hampir 55 euro per MWh.