Kota De Panne di Belgia menyelenggarakan kompetisi unik tingkat Eropa berupa kejuaraan menirukan suara burung camar pada Minggu (26/4/2026). Edisi keenam ajang tahunan ini diikuti oleh lebih dari 70 peserta yang berasal dari 15 negara berbeda.
Acara yang berlangsung di sebuah pub lokal tersebut menarik perhatian banyak kalangan, mulai dari keluarga hingga peserta profesional. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, para peserta tampil totalitas dengan mengenakan kostum bertema burung camar demi memeriahkan suasana kompetisi.
Dewan juri menerapkan sistem penilaian yang ketat dengan memberikan maksimal 15 poin untuk tingkat kemiripan suara. Selain itu, juri memberikan tambahan lima poin bagi peserta yang menunjukkan penampilan panggung yang menarik dan kreatif.
Penyelenggara acara, Claude Willaert, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperbaiki citra burung camar di mata publik. Menurutnya, suara burung tersebut merupakan elemen tak terpisahkan dari pengalaman berwisata di kawasan pesisir pantai.
"Saat berlibur, orang selalu mengingat deburan ombak dan suara burung camar. Jadi, cobalah melihat mereka secara positif," kata Claude.
Prestasi menonjol sempat tercatat pada edisi 2024 ketika seorang anak asal Inggris bernama Cooper berhasil meraih gelar juara. Ia dijuluki sebagai 'Seagull Boy' karena kemampuannya menirukan suara camar yang dinilai melampaui suara asli burung tersebut.
Kemampuan Cooper muncul secara tidak sengaja setelah ia mengalami insiden digigit burung camar saat sedang memakan sandwich tuna. Terinspirasi dari tokoh Spider-Man, ia mulai mengasah bakat uniknya tersebut hingga sering mengejutkan orang-orang di sekitarnya.
"Orang-orang sampai menoleh dan mencari dari mana suara burung camar itu berasal," ujar sang ibu.