Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan nilai komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) gabungan untuk pengadaan barang dan jasa di sektor hulu migas berhasil menembus angka US$ 1,5 miliar per April 2026.
Pencapaian tersebut dilansir dari Nasional, di mana angka komitmen ini setara dengan 62,95 persen dari keseluruhan total komponen biaya gabungan yang menyentuh nilai sebesar US$ 2,38 miliar.
Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam memaparkan rincian kontribusi tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta pada Kamis (21/5/2026).
"Jika kita lihat lebih rinci, pengadaan komoditas barang memberikan kontribusi TKDN 45,74%, sedangkan pengadaan komoditas jasa memberikan kontribusi lebih tinggi yakni 69,42%," ujarnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurut analisis dari pihak kementerian, tren positif ini memperkuat keterlibatan industri nasional dan menyokong target pembangunan di daerah melalui penyerapan komponen lokal yang optimal.
Sektor jasa menjadi penopang utama dengan porsi kontribusi mencapai 72,29 persen terhadap total pengadaan, sementara pengadaan barang menyumbang sisa porsi sebesar 27,71 persen.
Berdasarkan pengelompokan nilainya, pengadaan jasa dengan tingkat TKDN di atas 30 persen menyentuh angka US$ 1,79 miliar, sedangkan pengadaan jasa dengan TKDN di atas 25 persen bernilai US$ 608,9 juta.
"Sementara itu, pengadaan barang dengan TKDN lebih besar dari 25% juga menunjukkan peningkatan kontribusi sepenuhnya terhadap penggunaan komponen dalam negeri," terangnya.
Pemerintah juga membeberkan data realisasi anggaran pada lingkup Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) hingga periode April 2026.
Tercatat bahwa total nilai kontrak pada lingkup lembaga tersebut berhasil menyentuh angka sebesar US$ 2,58 miliar.
"Nah, dari nilai tersebut, komitmen TKDN berhasil dicapai sebesar US$ 1,48 miliar atau 62,92% secara kumulatif," tandasnya.