Klaim PT Reasuransi MAIPARK Indonesia Turun 27,75 Persen di Kuartal I

Klaim PT Reasuransi MAIPARK Indonesia Turun 27,75 Persen di Kuartal I
Foto: Ilustrasi Klaim PT Reasuransi MAIPARK Indonesia Turun 27,75 Persen di Kuartal I.

PT Reasuransi MAIPARK Indonesia mencatatkan penurunan realisasi pembayaran klaim sebesar 27,75 persen secara tahunan hingga akhir Maret 2026. Penurunan performa klaim ini diiringi dengan rasio klaim yang terjaga rendah di level 0,57 persen pada periode kuartal pertama tahun ini.

Data kinerja keuangan ini menunjukkan efisiensi beban klaim perusahaan reasuransi khusus risiko bencana tersebut. Dilansir dari Keuangan, lini asuransi gempa bumi tetap mendominasi struktur pembayaran klaim yang dilakukan oleh perusahaan.

Presiden Direktur MAIPARK, Kocu Andre Hutagalung, menjelaskan bahwa fokus bisnis utama mereka masih menjadi penyumbang angka klaim paling signifikan.

"Sesuai dengan keahlian utama kami, lini asuransi gempa bumi tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap realisasi pembayaran klaim perusahaan," ujar Kocu Andre Hutagalung, Presiden Direktur MAIPARK.

Manajemen perusahaan telah menyusun serangkaian rencana strategis untuk memperkuat operasional sepanjang tahun 2026. Salah satu langkah prioritas adalah melakukan pembaruan pada pemodelan risiko untuk bencana gempa bumi dan banjir di Indonesia.

Upaya pembaruan data pemodelan risiko ini dimaksudkan untuk mendukung stabilitas tarif asuransi di level nasional.

"Langkah tersebut dilakukan guna memastikan struktur tarif asuransi yang ideal dan berkelanjutan bagi industri asuransi nasional," kata Kocu Andre Hutagalung, Presiden Direktur MAIPARK.

Selain memperbarui model risiko konvensional, perusahaan tengah mengintensifkan pengembangan produk asuransi parametrik. Skema ini diproyeksikan menjadi solusi perlindungan bencana yang lebih efisien karena mengacu pada parameter data yang terukur secara transparan.

Transformasi juga menyasar sektor internal melalui peningkatan adopsi teknologi digital pada sistem operasional perusahaan.

"MAIPARK juga terus mendorong digitalisasi operasional dan integrasi sistem guna menciptakan tata kelola yang lebih efisien dan transparan," tambah Kocu Andre Hutagalung, Presiden Direktur MAIPARK.

Implementasi berbagai strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas industri asuransi dalam mitigasi risiko bencana. Langkah tersebut sekaligus bertujuan untuk menjaga stabilitas serta kesehatan kinerja bisnis MAIPARK sepanjang sisa tahun berjalan.

Artikel terkait

Rekomendasi