Seorang pria asal Tangerang bernama Charis Nicholas Tanzil menceritakan perjalanannya menghadapi penyakit saraf kejepit yang hampir membuatnya lumpuh melalui media sosial pada Senin (19/5/2026).
Penyakit tersebut telah dideritanya sejak tahun 2017. Berbagai upaya pengobatan non-medis telah ia lakukan demi mendapatkan kesembuhan.
Sebagaimana dilansir dari Detik Health, Nicholas sempat menjalani beragam metode penyembuhan alternatif dalam kurun waktu tahun 2018 hingga 2020. Penanganan yang ia coba meliputi fisioterapi, terapi kretek, akupuntur, berenang, hingga urut.
Kendati demikian, rangkaian terapi tersebut tidak memberikan hasil yang signifikan bagi kesehatannya. Kondisi fisik yang tidak kunjung membaik membuatnya terbiasa hidup berdampingan dengan rasa sakit.
"Selama 3 tahun nggak pernah bener-bener 100 persen sehat sampai jadi terbiasa dengan sakit," ucap Nicholas.
Keputusan besar akhirnya diambil oleh pemuda berusia 26 tahun tersebut pada tahun 2021. Nicholas memilih tindakan operasi sebagai jalan keluar terakhir meski sempat diliputi rasa takut akibat keterbatasan pilihan pengobatan.
Dampak positif langsung dirasakan olehnya sesaat setelah tindakan medis tersebut selesai dilakukan. Nicholas mampu langsung berdiri, meskipun masih harus melewati masa pemulihan selama kurang lebih satu tahun untuk mengembalikan kelenturan ototnya yang kaku.
Pascaoperasi, ia kini harus mematuhi sejumlah batasan fisik demi mencegah kambuhnya penyakit tersebut. Pembatasan aktivitas fisik ini mencakup larangan mengangkat beban berat serta kewajiban menjaga postur tubuh yang benar.
"Saat misalnya di gym atau olahraga, formnya harus benar. Nggak boleh asal-asalan," ucap Nicholas.
Selain menjaga postur, ia juga difokuskan pada penguatan area otot tertentu. Langkah ini dilakukan agar pembagian beban tubuh tidak langsung bertumpu pada persendian maupun tulang.
"Setelah itu diwajibkan memperkuat otot kaki, otot core atau perut agar kompensasi beban bisa ditopang otot, tidak lgsung membebani sendi atau tulang," sambung Nicholas.
Melalui unggahan konten digitalnya, Nicholas memiliki misi sosial untuk menyebarkan kesadaran mengenai bahaya penyakit ini. Ia berharap edukasi yang dibagikannya dapat memberikan dukungan moral bagi sesama penderita.
"Supaya yang lain juga teredukasi, banyak yang tidak mengerti seberapa menderitanya saraf kejepit dan akhirnya menyepelekan jadi buat pasien makin putus asa," tandas Nicholas.