Sebuah rekaman video yang memperlihatkan keberadaan ular King Cobra di dalam toilet karyawan sebuah kantor mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial X. Unggahan tersebut memicu ketakutan warganet lantaran ukuran reptil tersebut yang sangat besar.
Video berdurasi 47 detik itu pertama kali diunggah oleh akun @angga_fzn dan dibagikan kembali oleh akun @magerabis pada Selasa (12/5/2026). Hingga saat ini, tayangan tersebut telah disaksikan lebih dari 1 juta kali, seperti dilansir dari Detik iNET.
Dalam cuplikan video, terlihat ular dengan badan tebal berada di area bilik toilet. Beberapa orang tampak berupaya mengamankan situasi menggunakan tongkat panjang, sementara yang lain memantau dari kejauhan.
Ketegangan meningkat saat King Cobra tersebut mulai bergerak dan menunjukkan ciri khasnya berupa leher yang melebar atau hood. Ukurannya yang luar biasa membuat suasana di lokasi kejadian tampak sangat mencekam.
Meskipun lokasi pasti peristiwa ini belum teridentifikasi, banyak netizen menduga kantor tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan hutan atau perkebunan. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa lingkungan tersebut merupakan habitat alami satwa liar.
Beragam komentar membanjiri unggahan tersebut, mulai dari rasa ngeri hingga gurauan mengenai situasi di kantor. Beberapa orang bahkan menyarankan agar karyawan segera mengosongkan area tersebut demi keselamatan.
"Kalau lagi mules terus tiba-tiba ada beginian gimana?" tulis salah satu netizen.
"Udah, langsung resign aja," komentar lainnya.
"Coba bilang ke HRDnya ka, kalo rekrut karyawan jgn yg cuma banyak bisanya doang," canda @barZHElona.
Selain komentar jenaka, terdapat pula peringatan serius dari pengguna lain mengenai prosedur penanganan ular berbisa yang tepat di area publik.
"Orang ulernya udh di dalem napa ditarik tarik keluar dah, udahlah di dalem, ditutup pintunya, panggil damkar, biar damkar yang nangkep, mending kalo dia yg kepatok, lah kalo ulernya kabur matok orang laen kaya gimana nanti" kata @raemondor.
Karakteristik dan Habitat King Cobra
King Cobra atau Ophiophagus hannah merupakan spesies yang dikenal sebagai ular berbisa terpanjang di dunia. Panjang rata-rata hewan ini berkisar antara 3 hingga 4 meter, namun individu tertentu bisa mencapai hampir 6 meter.
Ular ini memiliki pola makan yang unik karena memangsa jenis ular lainnya, termasuk spesies yang juga berbisa. Konsumsi protein tinggi dari mangsanya tersebut mendukung pertumbuhan tubuh yang besar dan kuat.
Habitat alaminya mencakup hutan tropis di Asia Tenggara, termasuk di berbagai wilayah Indonesia. Ketersediaan sumber makanan yang melimpah di lingkungan alami memungkinkan predator puncak ini hidup dalam jangka waktu yang lama.
Bahaya dan Penanganan Darurat
Secara medis, King Cobra sangat mematikan karena memiliki racun neurotoksin yang menyerang sistem saraf dan pernapasan. Satu gigitan saja dapat menyuntikkan bisa dalam dosis besar yang berisiko menyebabkan kelumpuhan atau gagal napas.
Meskipun memiliki reputasi yang menakutkan, King Cobra cenderung menghindari kontak langsung dengan manusia. Sifat agresif biasanya hanya muncul apabila ular tersebut merasa terdesak atau terancam oleh gangguan di sekitarnya.
Para ahli mengimbau masyarakat untuk tidak mengevakuasi ular berbisa secara mandiri tanpa keahlian khusus. Langkah paling bijak saat menemukan ular di rumah atau kantor adalah segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau pawang ular profesional.