BPS Catat Pertumbuhan Mobilitas Penumpang Semua Moda Transportasi

BPS Catat Pertumbuhan Mobilitas Penumpang Semua Moda Transportasi
Foto: Ilustrasi BPS Catat Pertumbuhan Mobilitas Penumpang Semua Moda Transportasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan seluruh moda transportasi di Indonesia mencatatkan kinerja pertumbuhan positif bagi angkutan penumpang maupun barang sepanjang Maret 2026. Lonjakan mobilitas masyarakat ini dipicu oleh periode mudik Lebaran dan pemberian stimulus harga tiket oleh pemerintah pada Senin (4/5/2026).

Data BPS menunjukkan kenaikan signifikan terjadi pada sektor penumpang baik secara bulanan maupun tahunan. Dilansir dari Ekonomi, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp911,16 miliar guna memberikan diskon tiket kereta api, pesawat, dan kapal laut untuk menjaga daya beli masyarakat selama masa tersebut.

"Terutama disebabkan karena adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang melakukan mudik Lebaran, serta didorong adanya stimulus pemerintah berupa diskon harga tiket [transportasi]," ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Sektor Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 100,99 persen dibanding bulan sebelumnya dengan total 7,06 juta penumpang. Pelabuhan Bakauheni memimpin lonjakan volume penumpang sebesar 138,59 persen, disusul Merak, Gilimanuk, Pototano, dan Ketapang.

Moda kereta api menjadi sarana paling diminati dengan total 48,14 juta orang atau naik 17,76 persen secara tahunan. Penumpang di wilayah Jabodetabek mendominasi pangsa pasar kereta api dengan kontribusi mencapai 62,24 persen dari total keseluruhan pengguna moda ini.

Kenaikan juga melanda transportasi udara domestik yang melayani 5,62 juta penumpang atau tumbuh 37,60 persen secara bulanan. Bandara Soekarno-Hatta menjadi titik tersibuk dengan melayani 1,6 juta orang, sementara penerbangan internasional mencatatkan pertumbuhan tipis sebesar 2,25 persen.

Pada sektor logistik, angkutan barang tetap menunjukkan tren peningkatan meski terdapat kebijakan pembatasan operasional di akhir Maret. Volume barang melalui angkutan laut domestik mencapai 43,24 juta ton, meningkat 10,50 persen secara bulanan dengan kenaikan tertinggi terjadi di Pelabuhan Balikpapan.

Angkutan barang menggunakan kereta api juga naik 31,76 persen secara bulanan menjadi 5,84 juta ton. Sebagian besar distribusi logistik kereta api ini terpusat di wilayah Sumatera yang mengelola 5,0 juta ton barang atau setara 85,51 persen dari total nasional.

Sementara itu, angkutan udara domestik mengalami penurunan kargo sebesar 15,74 persen secara tahunan menjadi 53.000 ton. Kendati demikian, kinerja bulanan di sektor ini tetap tumbuh 7,07 persen dengan aktivitas pengiriman barang paling masif tercatat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi