Kevin Warsh Resmi Jadi Gubernur The Fed Gantikan Jerome Powell

Kevin Warsh Resmi Jadi Gubernur The Fed Gantikan Jerome Powell
Foto: Ilustrasi Kevin Warsh Resmi Jadi Gubernur The Fed Gantikan Jerome Powell.

Era baru kebijakan moneter Amerika Serikat resmi dimulai setelah Kevin Warsh terpilih menjadi Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed). Mantan penasihat ekonomi Gedung Putih ini menggantikan Jerome Powell yang telah menyelesaikan masa bakti delapan tahunnya pada Jumat (15/5/2026).

Dikutip dari Suara, Senat AS meloloskan Warsh melalui voting ketat dengan hasil 54 banding 45. Pria kelahiran 13 April 1970 ini pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed pada periode 2006ÔÇô2011 dan memiliki rekam jejak di Morgan Stanley.

Penunjukan Warsh dinilai banyak pihak sebagai sinyal terjadinya pergeseran radikal atau regime change dalam arah kebijakan ekonomi AS. Figur yang dikenal dekat dengan Presiden Donald Trump tersebut vokal mengkritik pendekatan Powell pada era sebelumnya.

Warsh menilai The Fed era sebelumnya terlalu sering memberikan panduan pasar atau forward guidance. Menurut pandangannya, hal tersebut justru membuat bank sentral menjadi tahanan dari kata-katanya sendiri.

Ke depan, Warsh diproyeksikan akan membawa pendekatan yang lebih berorientasi pada disiplin pasar. Agenda utamanya meliputi penciutan neraca atau balance sheet The Fed serta pengurangan intervensi masif di pasar keuangan.

Kritik Politik dan Tantangan Inflasi Global

Kendati Warsh menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi The Fed dari intervensi politik Gedung Putih, penunjukannya tetap memantik perdebatan sengit. Kubu Demokrat yang dipimpin oleh Senator Elizabeth Warren secara terbuka melayangkan kritik keras.

Elizabeth Warren melabeli Warsh sebagai "boneka" Trump yang dapat mengancam kredibilitas institusi independen tersebut. Di sisi lain, Warsh kini langsung dihadapkan pada lanskap makroekonomi global yang penuh gejolak.

Inflasi domestik AS saat ini masih bertengger di atas target jangkar 2%. Kondisi tersebut diperparah oleh lonjakan harga energi menyusul eskalasi konflik di Iran yang mengguncang pasar minyak mentah dunia.

Pelaku pasar global kini menanti dengan cermat apakah sentuhan mantan bankir Morgan Stanley ini akan membawa stabilitas baru. Kebijakannya dinilai bakal memengaruhi volatilitas di pasar modal dan nilai tukar dalam beberapa bulan ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi