Umat Islam Makmurkan Masjid Guna Raih Keutamaan Ibadah

Umat Islam Makmurkan Masjid Guna Raih Keutamaan Ibadah
Foto: Ilustrasi Umat Islam Makmurkan Masjid Guna Raih Keutamaan Ibadah.

Umat Islam didorong untuk senantiasa memakmurkan masjid sebagai pusat peribadatan dan kegiatan sosial guna meraih berbagai keutamaan spiritual pada Kamis, 16 April 2026. Masjid memegang kedudukan krusial dalam ajaran Islam sebagai rumah Allah SWT di muka bumi.

Dilansir dari Detikcom, Rasulullah SAW menegaskan bahwa mereka yang memakmurkan masjid merupakan penziarah Allah SWT. Hal ini merujuk pada hadits riwayat Abu Nuaim yang menyebutkan bahwa Allah mencintai tempat-tempat tersebut melebihi lokasi lainnya di dunia.

Salah satu keutamaan utama bagi individu yang rutin mendatangi masjid adalah jaminan jamuan di surga. Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Allah SWT menyediakan hidangan khusus bagi hamba-Nya setiap kali mereka pergi maupun pulang dari masjid.

Selain aspek pahala, aktivitas fisik menuju rumah ibadah ini juga memiliki nilai penghapusan dosa. Setiap langkah kaki seseorang yang telah berwudhu dari rumah menuju masjid dihitung sebagai penggugur kesalahan sekaligus pengangkat derajat di sisi Allah SWT.

Ahmad Abduh Iwadh dalam buku Mutiara Hadis Qudsi (hc) menjelaskan bahwa masjid bukan sekadar tempat salat. Lokasi ini berfungsi sebagai ruang belajar agama dan sarana mempererat silaturahmi antar sesama Muslim melalui pengkajian kitab suci.

"Tidaklah satu kaum duduk di salah satu rumah Allah; mereka membaca Kitabullah dan mengkajinya sesama mereka, melainkan ketenangan turun pada mereka," ujar Rasulullah SAW dalam riwayat Ibnu Rajab pada Jamiul Ulum wal Hikam.

Manfaat lainnya mencakup ketenangan batin dan jaminan keselamatan saat melintasi jembatan Shirathal Mustaqim di hari kiamat kelak. Ketenangan tersebut diberikan kepada orang-orang bertakwa yang menjadikan masjid layaknya rumah mereka sendiri untuk berzikir.

Kisah inspiratif juga datang dari sahabat Ubay bin Ka'ab mengenai seorang kaum Anshar yang tinggal jauh dari masjid. Meskipun jaraknya sangat jauh, ia tetap konsisten berjalan kaki agar setiap langkahnya dicatat sebagai amal kebaikan oleh Allah SWT.

Artikel terkait

Rekomendasi