Kesaksian Korban Kebakaran Kemayoran 2026: Baru Pulang Ngojek, Api Sudah Besar Mengejutkan Warga

Kesaksian Korban Kebakaran Kemayoran 2026: Baru Pulang Ngojek, Api Sudah Besar Mengejutkan Warga
Foto: Kesaksian Korban Kebakaran Kemayoran 2026: Baru Pulang Ngojek, Api Sudah Besar Mengejutkan Warga. (Illustration by Pexels)

Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam tanggal 1 Juni 2026. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik dan mengakibatkan sekitar 250 rumah dan 330 Kepala Keluarga (KK) terkena dampaknya.

Api mulai berkobar sekitar pukul 20.55 WIB, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta langsung mengerahkan 35 unit mobil pemadam beserta 165 personel untuk menanggulangi kebakaran tersebut. Salah seorang warga, Supriatin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Gabungan RT 12 sampai RT 16 RW04 Kebon Kosong, menceritakan situasi panik ketika api mulai mendekati rumahnya.

"Saya baru saja pulang dari kerja sebagai pengemudi ojek, dan api sudah membesar. Saya langsung panik karena istri saya sedang sakit di rumah," jelas Supriatin. Supriatin menambahkan, istrinya mengalami sesak napas karena asap yang tebal, namun setelah memastikan keselamatan, seluruh anggota keluarganya yang berjumlah tiga orang berhasil diselamatkan.

Mengungsi ke Lapangan Jusuf Hamka:

Pemerintah telah menyiapkan lokasi pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka di Jalan Benyamin Suaeb. Tempat ini disiapkan untuk mengkoordinir dan mendistribusikan bantuan kepada para korban kebakaran. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan fasilitas pengungsian didukung oleh berbagai pihak.

"Tempat pengungsian ini disediakan agar warga tidak perlu berkerumun di jalan dan bisa mendapatkan tempat beristirahat. Logistik juga sudah disiapkan oleh BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," terang Safrizal pada dini hari Selasa, 2 Juni.

Tiga tenda dari Dinas Sosial DKI Jakarta dan beberapa mobil logistik dari PMI hingga BPBD telah tiba di lokasi pengungsian. Saat ini, pendataan terhadap warga terdampak sedang dilakukan secara mendalam.

Pendataan dan Rencana Lanjutan:

Pendataan meliputi dua RW yakni RW 04 dengan lima RT (RT 12 hingga RT 16) dan RW 05 dengan tiga RT (RT 01 hingga 03). Safrizal menjelaskan, data juga mencakup informasi tentang anak usia sekolah untuk memastikan kebutuhan pendidikan tetap terpenuhi.

Usai situasi kedaruratan teratasi, pemerintah berencana melakukan inventarisasi bangunan yang rusak dan merencanakan langkah jangka panjang bagi warga terdampak. "Nantinya setelah masa kedaruratan, akan dibahas seperti langkah bagi warga. Termasuk kemungkinan relokasi ke tempat hunian yang lebih aman," tutup Safrizal.

Artikel terkait

Rekomendasi