Tiga entitas koperasi dan UMKM dari Kabupaten Kendal serta Blora resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan sumur minyak masyarakat di Kantor Pertamina EP Cepu Regional 4, Jakarta, pada Selasa (22/4/2026). Dilansir dari Suara, langkah ini bertujuan memperkuat tata kelola energi nasional dan memberikan kepastian hukum operasional sumur rakyat.
Koperasi Produsen Karya Energi Nusantara, PT Mataram Connection Nusantara, dan Koperasi Blora Migas Energi menjadi pelaksana dalam kesepakatan ini. Kolaborasi lintas sektor tersebut juga menekankan pada aspek kepatuhan regulasi serta perlindungan lingkungan dalam aktivitas produksi migas di daerah.
Direktur Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Ruby Mulyawan, memaparkan kronologi inisiatif yang dimulai dari rekomendasi teknis tim gabungan pada Oktober 2025. Proses berlanjut dengan dukungan pemerintah daerah hingga pengajuan resmi kepada SKK Migas pada April 2026.
"Dari pengajuan hingga penandatanganan hanya membutuhkan waktu satu bulan. Meski sempat terdapat dinamika pembahasan terkait skema 0,5% PSW, tim Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi Randugunting berhasil menemukan solusi bersama," ujar Ruby Mulyawan, Direktur Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina.
Realisasi kerja sama ini mendapatkan apresiasi karena kecepatan proses dan inovasi teknis yang diterapkan di lapangan. Salah satu fokus utama adalah peningkatan efisiensi melalui metode produksi yang modern.
Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas ESDM, Ariana Soemanto, menyoroti penerapan metode produksi yang memungkinkan satu sumur berfungsi ganda untuk menghasilkan minyak sekaligus melakukan injeksi air guna menjaga tekanan reservoir.
Kepala SKK Migas, Joko Siswanto, memberikan penegasan mengenai peran strategis sektor hulu dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penerimaan negara.
"Kontribusi hulu migas sangat penting bagi APBN, termasuk dalam mendukung pembiayaan subsidi energi. Indonesia dinilai memiliki ketahanan energi yang kuat karena mampu menjaga stabilitas harga energi bersubsidi," ungkap Joko Siswanto, Kepala SKK Migas.
Dari sisi distribusi, pihak hilir menyatakan kesiapan penuh untuk menyerap seluruh hasil produksi dari sumur-sumur masyarakat tersebut. Pasokan dari sektor hulu dinilai menjadi kunci utama keberlangsungan penyaluran energi ke masyarakat luas.
"Tanpa produksi dari hulu, tidak akan ada produk energi yang dapat disalurkan kepada masyarakat. Peran kami adalah memastikan minyak yang dihasilkan dapat diolah dan didistribusikan secara optimal," jelas Erwin Suryadi, Direktur Niaga PT Pertamina Patra Niaga.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan angka produksi migas nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi lokal di Kendal dan Blora.