Seekor kerbau jantan albino langka yang sempat viral di media sosial karena memiliki jambul rambut pirang mirip mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya terhindar dari penyembelihan kurban. Hewan unik seberat 700 kilogram tersebut kini resmi dipindahkan ke kebun binatang nasional untuk mendapatkan perawatan khusus.
Penyelamatan satwa ini bertepatan dengan momen perayaan Idul Adha di Bangladesh, negara dengan mayoritas penduduk Muslim berpenduduk 170 jiwa, yang jatuh pada Kamis (28/5). Seperti dikutip dari Media Indonesia, keputusan pembatalan kurban dilakukan oleh pemerintah setempat hanya beberapa jam sebelum hewan tersebut menghadapi pisau jagal.
Kurator Kebun Binatang Nasional, Atiqur Rahman, memastikan bahwa pihak pengelola telah menyediakan fasilitas penunjang yang memadai demi menjaga kelestarian kerbau albino yang masih berusia muda tersebut.
"Kami menyiapkan kandang khusus untuk kerbau albino ini dan menugaskan seorang perawat," ujar Rahman kepada AFP, Rabu (27/5).
Rahman juga menambahkan informasi mengenai prosedur awal yang harus dilewati oleh satwa unik tersebut sebelum dapat dilihat oleh masyarakat luas.
"Ia akan menjalani masa karantina selama dua pekan terlebih dahulu," kata Rahman.
Sebelum dipindahkan, kerbau penarik perhatian ini menjadi primadona bagi warga setempat yang penasaran untuk melihat langsung atau berfoto bersama. Mantan pemilik hewan tersebut, Zia Uddin Mridha, menceritakan asal-usul pemberian nama unik yang melekat pada ternaknya itu.
"Saudara saya yang memberi nama Trump karena rambutnya yang luar biasa," ujar Mridha.
Mridha juga mengakui bahwa rumahnya kerap didatangi oleh banyak orang, mulai dari anak-anak hingga para pengguna media sosial yang penasaran.
Meskipun Mridha sempat menjual kerbau tersebut menjelang hari raya, aparat kepolisian segera turun tangan mengamankan situasi setelah menerima instruksi dari pemerintah. Departemen Peternakan Bangladesh meminta pihak kepolisian mengambil alih kerbau albino itu karena statusnya yang langka, sehingga dinilai lebih bermanfaat untuk program pembiakan dan edukasi di masa depan.