Harga bahan bakar Shell V-Power Diesel mengalami lonjakan signifikan mencapai Rp 30.890 per liter mulai Minggu (10/5/2026) seiring kembalinya operasional SPBU Shell di berbagai wilayah. Kenaikan drastis ini tercatat sebesar Rp 16.270 dibandingkan harga pada Maret 2026 yang hanya berada di angka Rp 14.620 per liter.
Kenaikan harga yang mencapai lebih dari dua kali lipat tersebut berdampak langsung pada biaya operasional kendaraan diesel, sebagaimana dilansir dari Otomotif. Fenomena ini menjadi beban tambahan bagi pemilik kendaraan, terutama untuk jenis mobil dengan kapasitas tangki bahan bakar yang besar.
GWM Tank 300 Diesel menjadi salah satu model kendaraan yang terdampak secara nyata oleh penyesuaian harga ini. Mobil SUV tersebut menggunakan mesin turbo berkode E20NA 2.0T berkapasitas 2.370 cc yang membutuhkan asupan bahan bakar berkualitas untuk menunjang performa tenaganya sebesar 184 PS.
Berdasarkan data teknis, Tank 300 diesel memiliki kapasitas tangki bahan bakar sebesar 78 liter. Dengan merujuk pada harga terbaru, konsumen kini harus merogoh kocek sekitar Rp 2,4 juta atau tepatnya Rp 2.409.420 untuk melakukan pengisian penuh tangki kendaraan tersebut.
Angka tersebut menunjukkan selisih biaya pengisian yang sangat lebar dibandingkan periode Maret 2026. Saat harga masih berada di level Rp 14.620 per liter, biaya pengisian penuh untuk kapasitas tangki yang sama hanya memerlukan dana sekitar Rp 1.140.360.
Kondisi ini memicu peningkatan biaya hampir Rp 1,27 juta untuk satu kali pengisian penuh tangki. Lonjakan biaya operasional ini diprediksi akan mengubah pola konsumsi pengguna mobil diesel modern yang mengandalkan bahan bakar bernomor cetane tinggi dan rendah sulfur.
Spesifikasi mesin diesel modern dengan sistem common rail tetap memerlukan bahan bakar premium demi menjaga efisiensi pembakaran. Penggunaan bahan bakar berkualitas tinggi dianggap krusial untuk melindungi umur komponen sensitif seperti injektor serta menjaga performa mesin tetap optimal dalam jangka panjang.