Kementerian ESDM Naikkan Harga Indeks Pasar Biodiesel dan Bioetanol

Kementerian ESDM Naikkan Harga Indeks Pasar Biodiesel dan Bioetanol
Foto: Ilustrasi Kementerian ESDM Naikkan Harga Indeks Pasar Biodiesel dan Bioetanol.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan kenaikan Harga Indeks Pasar (HIP) untuk bahan bakar nabati jenis biodiesel dan bioetanol pada Mei 2026. Penyesuaian harga ini dilakukan sebagai respon terhadap pergerakan harga pasar komoditas bahan baku tersebut.

Dilansir dari Ekonomi, HIP biodiesel untuk periode Mei 2026 dipatok pada angka Rp14.917 per liter, yang nantinya masih ditambah dengan ongkos angkut. Nilai ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan pada April yang tercatat sebesar Rp14.262 per liter ditambah biaya distribusi.

Ketetapan mengenai besaran konversi Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel tetap berada di angka US$85 per metrik ton. Nilai konversi tersebut dilaporkan tidak mengalami perubahan sejak akhir tahun lalu, tepatnya Desember 2025.

Penetapan harga biodiesel ini berlandaskan pada Diktum Kesatu Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024. Selain itu, aturan mengenai ongkos angkut mengacu pada Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.

Rumus perhitungan yang digunakan untuk menentukan angka tersebut adalah HIP sama dengan rata-rata harga CPO KPB ditambah US$85 per ton, kemudian dikalikan faktor satuan 870 kg per m┬│ serta ditambah ongkos angkut. Penggunaan faktor 870 kg per m┬│ berfungsi sebagai satuan konversi dari berat ke volume.

Nilai tukar mata uang dalam kalkulasi ini menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia yang berada di posisi Rp17.074 per dolar AS. Perhitungan tersebut secara sistematis menentukan harga akhir yang berlaku di pasar untuk bulan berjalan.

Di sisi lain, bahan bakar nabati jenis bioetanol juga mengalami kenaikan tipis menjadi Rp7.992 per liter dari sebelumnya Rp7.957 per liter pada April 2026. Dasar perhitungannya melibatkan harga rata-rata tetes tebu KPB selama periode tiga bulan terakhir.

Data rata-rata harga tetes tebu periode 15 Oktober 2025 hingga 14 Februari 2026 tercatat sebesar Rp907 per kg. Formula yang digunakan menyertakan angka US$0,25 per liter sebagai nilai konversi bahan baku menjadi produk akhir bioetanol.

Dalam penetapan harga bioetanol ini, kurs yang digunakan sedikit berbeda yakni rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.008 per dolar AS. Faktor satuan konversi dari kilogram ke liter untuk komoditas ini ditetapkan sebesar 4,125 kg per liter.

Artikel terkait

Rekomendasi