Harga Kabel Optik Naik 17 Persen Ancam Tarif Internet Nasional

Harga Kabel Optik Naik 17 Persen Ancam Tarif Internet Nasional
Foto: Ilustrasi Harga Kabel Optik Naik 17 Persen Ancam Tarif Internet Nasional.

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengonfirmasi adanya lonjakan harga material kabel fiber optik yang berpotensi memicu kenaikan tarif layanan internet di Indonesia pada Selasa (14/4/2026). Fenomena ini terjadi akibat tekanan rantai pasok global yang belum mereda.

Ketua Umum Apjatel, Jerry Mangasas Swandy, menyatakan bahwa biaya pembelian material fiber optik saat ini telah meningkat hingga 17 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dilansir dari Detik iNET, kenaikan signifikan tersebut menambah beban biaya pembangunan jaringan yang harus ditanggung oleh para operator telekomunikasi.

Struktur tarif layanan internet nasional dikhawatirkan akan terdampak secara langsung jika tekanan biaya produksi ini tidak segera diantisipasi. Kendati demikian, industri belum menetapkan kenaikan harga secara sepihak dan masih memantau perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat.

"Ketika cost produksi naik, tentu industri harus merespons. Tapi saat ini kami masih menunggu kebijakan pemerintah," ujar Jerry Mangasas Swandy, Ketua Umum Apjatel. Pihak asosiasi berharap pemerintah memberikan langkah perlindungan untuk meredam tekanan biaya operasional tersebut.

Industri telekomunikasi saat ini sedang menanti kemungkinan pemberian insentif khusus guna menjaga stabilitas harga layanan digital kepada masyarakat. Jerry menambahkan bahwa kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi dan bahan bakar minyak (BBM) sejauh ini cukup membantu menahan biaya operasional agar tidak membengkak lebih jauh.

Keyakinan terhadap kepemimpinan di bawah kementerian pimpinan Meutya Hafid menjadi salah satu alasan operator belum terburu-buru menaikkan tarif. Apjatel menilai indikator stabilitas harga BBM subsidi hingga akhir tahun merupakan sinyal positif bagi ekosistem industri digital tanah air.

Namun, ancaman terhadap harga layanan digital tetap terbuka jika tren kenaikan harga material berlangsung dalam jangka panjang. Pengawasan terhadap pergerakan harga bahan baku akan terus dilakukan guna memastikan keberlanjutan bisnis penyedia jaringan internet di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi