Hampir seluruh operator SPBU di Indonesia melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel non-subsidi pada Mei 2026. Langkah ini diambil secara serentak oleh Pertamina, BP Indonesia, Vivo Energy Indonesia, hingga Shell Indonesia.
Lonjakan harga ini berdampak langsung pada kenaikan biaya operasional kendaraan bermesin diesel, khususnya untuk kategori sport utility vehicle (SUV), angkutan niaga, hingga jasa transportasi logistik. Penyesuaian harga ini dilansir dari Otomotif.
Kenaikan harga yang paling signifikan terlihat pada produk Shell V-Power Diesel yang per 10 Mei 2026 mencapai Rp 30.890 per liter untuk wilayah DKI Jakarta. Angka tersebut setara dengan harga Vivo Diesel Primus Plus yang telah diperbarui sejak awal Mei lalu.
Berbeda dengan tren kenaikan, BP justru menurunkan harga BBM diesel mereka menjadi Rp 29.890 per liter pada 8 Mei lalu. Sebelumnya, produk diesel milik perusahaan asal Inggris ini dibanderol sebesar Rp 30.890 per liter.
Aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Shell kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, terpantau mulai normal kembali pada Sabtu (9/5/2026) malam. Beroperasinya kembali fasilitas ini ditandai dengan aktifnya papan informasi harga di area tersebut.
| Produk BBM | Harga Baru (per Liter) | Harga Sebelumnya (per Liter) |
|---|---|---|
| Pertamina Dex | Rp 23.900 | Rp 14.500 |
| Dexlite | Rp 23.600 | Rp 14.200 |
| Shell V-Power Diesel | Rp 30.890 | - |
| Vivo Diesel Primus Plus | Rp 30.890 | - |
| BP Diesel | Rp 29.890 | Rp 30.890 |
| Biosolar (Subsidi) | Rp 6.800 | Rp 6.800 |
Pertamina juga mengerek harga produk diesel non-subsidinya, di mana Dexlite kini dijual seharga Rp 23.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex mengalami kenaikan menjadi Rp 23.900 per liter dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 14.500 per liter.
Meskipun terjadi lonjakan pada segmen non-subsidi, harga Biosolar subsidi masih tetap di angka Rp 6.800 per liter. Hal ini menjadikan Biosolar sebagai opsi bahan bakar yang paling ekonomis bagi para pemilik kendaraan diesel saat ini.
Kondisi berbeda sempat dialami oleh sejumlah SPBU Vivo di wilayah Jabodetabek pada Senin (20/4/2026). Saat itu, beberapa gerai dilaporkan berhenti beroperasi sementara waktu akibat adanya kekosongan stok bahan bakar.