Kemlu Tegaskan Korea Selatan Tetap Menjadi Mitra Strategis Indonesia

Kemlu Tegaskan Korea Selatan Tetap Menjadi Mitra Strategis Indonesia
Foto: Ilustrasi Kemlu Tegaskan Korea Selatan Tetap Menjadi Mitra Strategis Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menegaskan bahwa Korea Selatan tetap menjadi salah satu mitra strategis utama dalam kebijakan luar negeri di kawasan Indo Pasifik, Minggu (17/5/2026).

Hubungan bilateral kedua negara tersebut dinilai memiliki dimensi strategis yang kian luas, seperti dilansir dari Investor Daily. Sektor-sektor yang tercakup di dalamnya meliputi bidang ekonomi, industri pertahanan, hingga penguatan stabilitas di kawasan regional.

Penguatan kerja sama ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto di Jakarta. Korsel dinilai telah berkembang menjadi mitra strategis khusus bagi Indonesia yang didukung oleh ikatan sejarah yang kuat.

"Korsel selalu menjadi negara strategis bagi Indonesia. Tidak hanya karena investasi dan perdagangan, tetapi juga kerja sama historis, termasuk pengalaman demokratisasi, governance, hingga pembelajaran pembangunan ibu kota baru," ujar Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sosialisasi Lomba Menulis Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS). Acara ini mengusung tema kemitraan strategis kedua negara pada tahun 2026 di bidang pertahanan, kecerdasan buatan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam arsitektur geopolitik regional, Indonesia dan Korsel dipandang memiliki posisi serupa sebagai kekuatan menengah. Bersama Australia, kedua negara pernah bergabung dalam konsep kerja sama KIA untuk menjaga stabilitas kawasan.

"Negara-negara middle power dapat menjadi motor kerja sama kawasan sekaligus penyeimbang di tengah dinamika kekuatan besar seperti Amerika Serikat, China, maupun Jepang," jelas Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI.

Arah diplomasi terhadap Korsel dipastikan tidak mengalami perubahan pascakunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Seoul beberapa waktu lalu. Pemerintah memastikan negara tersebut tetap berada di prioritas utama diplomasi ekonomi serta strategis.

"Kunjungan Presiden membawa sinyal yang sangat jelas bahwa Korea Selatan tetap menjadi destinasi penting bagi Indonesia, baik dalam investasi, perdagangan, industrialisasi, maupun kerja sama pertahanan," kata Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI.

Salah satu simbol penting kemitraan pertahanan kedua negara terlihat pada proyek pesawat tempur bersama KF-21 Boramae. Santo mengingatkan tantangan utama Indonesia saat ini terletak pada integrasi sistem karena Indonesia juga bekerja sama dengan negara lain.

"Yang penting adalah bagaimana berbagai kerja sama dari banyak sumber itu bisa menjadi satu sistem yang integratif dan berfungsi secara keseluruhan bagi pertahanan nasional," tegas Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI.

Di era informasi digital, kreativitas intelektual manusia dinilai tetap tidak tergantikan oleh kecerdasan buatan. Pemikiran strategis ini dianggap sebagai investasi jangka panjang demi membangun kapasitas pemikiran strategis nasional melalui pelaksanaan lomba menulis tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi