Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat untuk memulihkan konektivitas jalan dan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana banjir serta tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Kamis (21/5).
Langkah respons cepat ini dilakukan setelah wilayah tersebut dilanda hujan berintensitas tinggi mencapai 215 mm per hari pada Selasa (12/5). Curah hujan ekstrem ini memicu luapan sejumlah sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri, seperti Batang Tampo dan Batang Piubuh, yang diperparah oleh sedimentasi serta penyempitan alur sungai.
Bencana hidrometeorologi tersebut melanda tujuh kecamatan dan 16 nagari di Kabupaten Tanah Datar. Kerusakan infrastruktur mencakup 12 ruas jalan rusak berat, 13 ruas jalan rusak ringan, enam jembatan putus, serta kerusakan pada jaringan irigasi, dam parit, pompa air, rumah ibadah, dan permukiman warga, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PU menegaskan bahwa penanganan dampak infrastruktur ini merupakan tanggung jawab lintas sektor yang harus diselesaikan bersama secara cepat.
ÔÇ£Irigasi dan jalan yang rusak akibat bencana kemarin penanganannya kini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat, sesuai Instruksi Presiden. Terutama karena saat ini sudah memasuki musim tanam, perbaikan irigasi harus diprioritaskan,ÔÇØ kata Menteri PU Dody Hanggodo.
Untuk mendukung pemulihan darurat tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah mengerahkan tiga unit ekskavator, material bronjong, dan pipa HDPE. Penanganan difokuskan pada normalisasi alur sungai, penguatan tebing yang tergerus, serta pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air.
Kementerian PU saat ini juga terus melakukan inventarisasi kerusakan bersama pemerintah daerah untuk menyiapkan program rehabilitasi pascabencana. Penanganan jangka menengah dan panjang nantinya akan diarahkan pada pengendalian sedimentasi, peningkatan kapasitas alur sungai, serta penguatan infrastruktur pengendali banjir.