Kementerian Pertanian mengerahkan bantuan pompa air untuk mengamankan produksi di ribuan hektar lahan sawah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, guna memitigasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino Godzilla pada Jumat (1/5/2026). Langkah strategis ini diambil untuk menjaga ketersediaan air bagi petani di wilayah yang terdampak kemarau panjang.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa ribuan hektar sawah di wilayah tersebut memiliki potensi kegagalan panen yang besar jika tidak segera dilakukan intervensi pengairan tambahan. Program ini menyasar lahan yang tidak lagi mendapatkan pasokan air hujan secara optimal, sebagaimana dilansir dari Money.
"Dalam kondisi El Nino, kita tidak bisa bergantung pada hujan. Air harus kita datangkan," kata Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Berdasarkan data pemerintah, total luas lahan baku sawah di Sukoharjo mencapai 20.085 hektar dengan luas tanaman padi aktif sebesar 14.573 hektar. Namun, sekitar 6.516 hektar lahan di enam kecamatan telah menunjukkan indikasi terdampak kekeringan ekstrem, termasuk di Desa Bulu yang mengelola 153 hektar lahan tadah hujan.
"Pompanisasi menjadi solusi cepat agar petani tetap bisa tanam dan produksi tidak turun," ujar Amran.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa penempatan bantuan alat mesin pertanian ini disesuaikan dengan pemetaan kebutuhan riil setiap kelompok tani. Fokus utama kementerian adalah mempercepat akses air agar proses pengolahan lahan tidak mengalami hambatan waktu.
"Bantuan difokuskan pada percepatan akses air, sehingga olah lahan dan tanam tidak tertunda. Saat ini, pompa yang sudah terpasang mampu mengairi sekitar 35 hektar lahan terdampak," tutur Alam.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani memberikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat dalam membantu sektor pertanian di daerahnya. Ia menyatakan bahwa pemanfaatan pompa tersebut memberikan dampak langsung bagi kelangsungan usaha tani warga Sukoharjo yang kesulitan air.
"Bantuan ini sangat berarti bagi Sukoharjo. Tadi kita lihat langsung, pompa yang dipasang bisa segera dimanfaatkan untuk mengairi sawah petani," kata dia.
Secara nasional, Kementerian Pertanian telah menyiapkan 80.000 unit mesin pompa untuk menghadapi ancaman El Nino Godzilla yang diprediksi berlangsung selama enam bulan sejak April 2026. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun untuk mendanai pengadaan peralatan tersebut.
"Itu kurang lebih Rp 3 triliun-Rp 4 triliun," kata Amran saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).