Kementan Perkuat Sinergi Jaga Pasokan Bawang Merah Nasional

Kementan Perkuat Sinergi Jaga Pasokan Bawang Merah Nasional
Foto: Ilustrasi Kementan Perkuat Sinergi Jaga Pasokan Bawang Merah Nasional.

Kementerian Pertanian memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi menjaga stabilitas pasokan dan distribusi bawang merah nasional menjelang Iduladha 2026 di tengah tantangan cuaca ekstrem, seperti dilansir dari Nasional pada Rabu (20/5/2026).

Langkah strategis tersebut diambil guna memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik. Saat ini, rata-rata produksi tahunan nasional mencapai sekitar 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen, sementara kebutuhan nasional berkisar 1,26 juta ton per tahun.

ÔÇ£Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,ÔÇØ kata Muhammad Taufiq Ratule, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

Selain upaya sinergi pusat, tantangan di lapangan juga dipantau langsung oleh jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura terkait penurunan produktivitas akibat faktor alam. Cuaca ekstrem pada musim tanam Maret hingga Mei tahun ini memicu serangan organisme pengganggu tanaman berupa ulat grayak dan moler di sejumlah sentra produksi.

"Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, petani champion, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait agar pasokan tetap aman. Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama," ungkap Muhammad Agung Sunusi, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura.

Meskipun ada gangguan hama, jalur distribusi komoditas ini dari wilayah Nganjuk, Enrekang, Pati, Brebes, Temanggung, hingga Garut dilaporkan masih berjalan tanpa kendala. Petani di berbagai daerah sentra juga memastikan aktivitas panen tetap berjalan secara rutin.

ÔÇ£Panen di wilayah kami masih berlangsung hingga menjelang Iduladha. Distribusi bawang merah ke Kalimantan juga tetap berjalan rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan,ÔÇØ kata Kasmidi, champion bawang merah asal Enrekang.

Pasokan untuk wilayah lain juga diproyeksikan akan semakin kuat dalam beberapa pekan ke depan. Pola panen di wilayah Sumatra diperkirakan turut mendukung ketersediaan stok secara regional.

ÔÇ£Panen raya di daerah kami diperkirakan berlangsung pada pertengahan Juni 2026. Momentum panen tersebut diyakini akan memperkuat pasokan bawang merah untuk wilayah Sumatra,ÔÇØ kata Amri Ismail, champion bawang merah asal Solok.

Kondisi ketersediaan stok hingga akhir bulan ini dipastikan aman oleh pihak asosiasi pengusaha. Kendati demikian, terdapat penurunan volume produksi sekitar 30 persen hingga 40 persen di beberapa daerah akibat cuaca buruk.

"Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi," ujar Dian Alex Chandra, Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI).

Artikel terkait

Rekomendasi