Kementerian Koperasi membantah adanya keterlibatan pihak internal dalam keganjilan proses seleksi Computer Assisted Test calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih pada Jumat (8/5/2026). Pengawasan ketat diklaim telah dilakukan untuk menjaga integritas rekrutmen tersebut.
Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan bahwa Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah memberikan jaminan terkait transparansi proses ini. Dilansir dari Money, pemerintah memastikan tidak ada intervensi dari pihak mana pun dalam penentuan kelulusan peserta.
ÔÇ£Enggak, enggak ada. Yang tadi disampaikan oleh Pak Zulhas dijamin tidak ada titipan,ÔÇØ kata Farida, Wakil Menteri Koperasi.
Pernyataan tersebut merespons gelombang aduan masyarakat yang membanjiri akun media sosial resmi kementerian serta akun pribadi Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Farida menyatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara dan Panitia Seleksi Nasional untuk mengklarifikasi masalah teknis tersebut.
ÔÇ£Kami tentu saja bagian dari Panselnas itu mengoordinasikan tadi yang laporan-laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga Panselnas di bawah PAN-RB,ÔÇØ tutur Farida.
Pelaksanaan teknis ujian sepenuhnya berada di bawah kendali Badan Kepegawaian Negara, sementara koordinator Panselnas dijabat oleh Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara. Kemenkop menjelaskan bahwa semua kendala yang ramai dibicarakan di media sosial telah mendapatkan penjelasan resmi dari pihak BKN.
ÔÇ£Hasilnya adalah itu tadi klarifikasi dan penjelasan dari BKN,ÔÇØ ujar Farida.
Keganjilan dalam sistem CAT tersebut sebelumnya viral setelah seorang peserta bernama Arif Al Hakim mengunggah keluhannya melalui media sosial TikTok. Ia melaporkan bahwa sistem pada situs web seleksi menunjukkan perilaku yang tidak wajar saat proses penginputan jawaban berlangsung.
ÔÇ£Website-nya itu aneh banget. Kita sudah jawab misalnya jawaban yang kita rasa benar, jawabannya sudah disimpan, tiba-tiba pas kita balik, kursor-nya ngeganti jawabannya,ÔÇØ kata Arif Al Hakim, Peserta Seleksi.
Kritik tersebut menyoroti bagaimana sistem secara otomatis mengubah pilihan jawaban yang sudah disimpan oleh peserta ke pilihan lain yang dianggap salah. Arif menyampaikan keraguannya terhadap akurasi sistem penilaian yang digunakan dalam rekrutmen massal tersebut.
ÔÇ£Jadi jangan berharap banyak. Ya sudah lakuin aja, pilih saja asal klik, kalaupun jawaban benar, sama sistem-nya nanti disalahin,ÔÇØ lanjut Arif.
Pemerintah menargetkan perekrutan sebanyak 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih untuk ditempatkan di berbagai wilayah. Peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara selama dua tahun pertama.