Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya kebocoran anggaran terkait pengadaan 25.000 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Dilansir dari Suara, celah pada perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran memungkinkan dana operasional program Makan Bergizi Gratis tersebut tetap lolos meskipun sebelumnya telah ditolak.
Purbaya menjelaskan bahwa sistem pada Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) sedang dalam tahap perbaikan menyeluruh guna menutup celah tersebut. Langkah ini diambil setelah pengadaan kendaraan roda dua yang seharusnya dibatalkan justru berhasil melewati sistem administrasi keuangan negara pada tahun lalu.
"Itu software dari ditjen anggaran, itu sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin tuh. Ya kan? Kan kebobolan kan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN. Jadi sudah saya tolak," katanya Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Kegagalan sistem tersebut berdampak pada lolosnya belanja yang semula tidak disetujui oleh bendahara negara. Pihak Kementerian Keuangan menegaskan telah memperketat pengawasan terhadap seluruh belanja kementerian dan lembaga demi menjaga integritas penggunaan APBN di masa mendatang.
"Rupanya ada kebocoran dari cara melewati itu sehingga softwarenya, sehingga sempat keluar. Sekarang sudah kita perbaiki dan hal seperti itu akan kita semaksimal mungkin," jelas Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional memberikan rincian mengenai realisasi pengadaan yang telah berjalan untuk mendukung mobilitas petugas di lapangan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi target utama pendistribusian kendaraan operasional berbasis baterai tersebut.
"Pengadaan motor listrik ini sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan operasional Program MBG, khususnya untuk menunjang mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," kata Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional.
Hingga April 2026, Badan Gizi Nasional melaporkan telah melakukan pengadaan sebanyak 21.801 unit motor listrik dari target awal sebesar 25.644 unit. Sebagai buntut dari persoalan ini, Menteri Keuangan telah melakukan perombakan struktur dengan mencopot Luky Alfirman dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran dan Febrio Kacaribu dari posisi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal.