Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyiapkan 198 rumah sakit jejaring pengampuan infeksi emerging guna mengantisipasi penyebaran wabah hantavirus jenis Andes pada Senin (11/5/2026). Langkah ini diambil setelah otoritas kesehatan menerima notifikasi darurat dari Inggris terkait temuan kontak erat di kapal pesiar MV Hondius.
Dilansir dari Detik Health, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyatakan bahwa hantavirus yang mewabah di kapal tersebut memiliki kemampuan menular antarmanusia. Pemerintah langsung melakukan identifikasi kontak erat sebagai tindak lanjut atas ancaman klaster maut tersebut.
Kemenkes juga telah menunjuk 21 rumah sakit sentinel Penyakit Infeksi Emerging (PIE) yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia untuk melakukan pemantauan ketat.
"Artinya rumah sakit telah disiapkan untuk menjadi rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan pemantauan kasus dan juga untuk mencegah daripada KLB (kejadian luar biasa), dan hal-hal yang terkait dengan sentinel tersebut," ujar Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.
Penyediaan infrastruktur pendukung lainnya mencakup pengadaan ratusan unit alat pemeriksaan laboratorium yang disebar ke berbagai daerah untuk mempercepat deteksi dini.
"Dan ketersediaan alat PCR, kita sudah menyediakan 221 di seluruh Indonesia. Jumlahnya sudah cukup banyak sebenarnya," sambung Andi Saguni, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.
Data Kemenkes merinci ketersediaan fasilitas mencakup 3.467 tempat tidur ICU tekanan standar dan 535 tekanan negatif. Tersedia pula 3.968 tempat tidur isolasi tekanan standar, 1.235 isolasi tekanan negatif, 143.917 set APD, serta 2.185 alat swab.
Rumah sakit sentinel PIE tersebut berlokasi di 20 wilayah mulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, DIY, hingga wilayah timur seperti Papua Barat. Fasilitas utama mencakup RSPI Prof Dr Sulianti Saroso di Jakarta, RSUD Dr Soetomo di Surabaya, dan RSUP dr Wahidin di Sulawesi Selatan.
| Nama Rumah Sakit | Lokasi |
|---|---|
| RSUP H Adam Malik | Medan, Sumatera Utara |
| RSUP Dr M Djamil | Padang, Sumatera Barat |
| RSUP Dr M Hoesin | Palembang, Sumatera Selatan |
| RSPI Prof Dr Sulianti Saroso | Jakarta Utara, DKI Jakarta |
| RSUP Hasan Sadikin | Bandung, Jawa Barat |
| RSUP Dr Sardjito | Sleman, DIY |
| RSUP Kariadi | Semarang, Jawa Tengah |
| RSUD Dr Soetomo | Surabaya, Jawa Timur |
| RSUP Ngoerah | Denpasar, Bali |
| RSUP dr Wahidin | Sulawesi Selatan |
| RSUP Fatmawati | Jakarta Selatan, DKI Jakarta |
| RSUP Persahabatan | Jakarta Timur, DKI Jakarta |
| RSUP Kandau | Manado, Sulawesi Utara |
Meskipun hantavirus sudah lama terdeteksi di Indonesia sebelum kasus kapal pesiar MV Hondius, Kemenkes menegaskan terdapat perbedaan jenis virus. Tipe virus yang ditemukan di Indonesia saat ini dipastikan berbeda dengan jenis Andes virus yang mewabah di kapal mewah tersebut.