Kemenhub Ungkap Bus ALS Maut di Sumatera Selatan Tak Berizin

Kemenhub Ungkap Bus ALS Maut di Sumatera Selatan Tak Berizin
Foto: Ilustrasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Maut di Sumatera Selatan Tak Berizin.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengungkapkan bahwa bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terlibat kecelakaan maut dengan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera tidak mengantongi izin operasional yang sah. Insiden tragis yang merenggut 16 nyawa tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, otoritas perhubungan menemukan fakta bahwa legalitas operasional armada tersebut sudah lama kadaluwarsa. Data menunjukkan bus tersebut beroperasi tanpa izin resmi selama lebih dari lima tahun, dilansir dari Otomotif.

"Kami datang ke lokasi dan mengecek kendaraan yang terlibat. Ditemukan bus ALS ini tidak memiliki izin sejak 4 November 2020. Sementara data Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) masih berlaku hingga 11 Mei 2026," ucap Aan dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Pelanggaran ini dinilai sebagai kategori berat karena menyalahi aturan penyelenggaraan angkutan umum dalam trayek. Selain masalah perizinan, pihak berwenang mengidentifikasi adanya indikasi manipulasi data kendaraan pada armada yang terbakar tersebut.

"Berdasarkan pelanggaran yang dilakukan, tentu saja berpotensi dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan izin selama enam hingga 12 bulan dan juga bisa dikenakan pencabutan izin penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum dalam trayek. Terkait pemberian sanksi akan kami telusuri lebih lanjut," kata Aan.

Investigasi awal menunjukkan bus dengan nomor polisi BK 7778 DK tersebut mengalami gangguan mesin dan berupaya menghindari lubang sebelum menghantam truk tangki muatan minyak. Tabrakan hebat itu memicu kebakaran besar yang menghanguskan seluruh badan bus di wilayah Kecamatan Karang Jaya.

Data korban mencatat 16 orang meninggal dunia yang terdiri dari 11 penumpang bus, tiga kru bus, serta dua kru truk tangki. Sementara empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan sedang dalam penanganan medis.

Artikel terkait

Rekomendasi