Kemenhub Tetapkan Biaya Tambahan Fuel Surcharge Maskapai Maksimal 50 Persen

Kemenhub Tetapkan Biaya Tambahan Fuel Surcharge Maskapai Maksimal 50 Persen
Foto: Ilustrasi Kemenhub Tetapkan Biaya Tambahan Fuel Surcharge Maskapai Maksimal 50 Persen.

Kementerian Perhubungan menyesuaikan porsi biaya tambahan atau fuel surcharge untuk penerbangan domestik kelas ekonomi menyusul fluktuasi harga avtur dunia. Kebijakan yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 1041 Tahun 2026 ini mulai diimplementasikan pada Rabu, 13 Mei 2026.

Dilansir dari Industri, pemerintah mengatur persentase biaya tambahan ini di rentang 10 persen hingga 100 persen dari tarif batas atas (TBA). Namun, berdasarkan evaluasi harga avtur per 1 Mei 2026 yang menyentuh Rp 29.116 per liter, batas maksimal biaya tambahan saat ini ditetapkan sebesar 50 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya menjaga operasional maskapai di tengah tekanan biaya bahan bakar. Pemerintah mengklaim tetap memperhatikan aspek perlindungan bagi para pengguna jasa angkutan udara nasional.

"Pemerintah memastikan implementasi kebijakan ini dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan perlindungan konsumen, keterjangkauan tarif, serta keberlangsungan operasional maskapai," ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Sektor pendukung pariwisata mulai merasakan dampak dari potensi kenaikan harga tiket pesawat tersebut. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memprediksi adanya penurunan tingkat keterisian kamar hotel secara nasional sebagai dampak berkurangnya minat bepergian masyarakat.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak mendukung peningkatan daya beli masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata. Penurunan okupansi hotel diperkirakan mencapai angka 3 persen.

"Tidak mungkin daya beli masyarakat terdongkrak dalam kondisi perlambatan seperti saat ini," ujarnya.

Perubahan perilaku konsumen juga mulai terdeteksi oleh penyedia layanan perjalanan daring seiring ketidakpastian ekonomi global. Wisatawan kini lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan mereka untuk menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

Senior Manager Public Relations tiket.com Sandra Darmosumarto mengungkapkan bahwa calon penumpang memerlukan waktu lebih lama untuk mematangkan keputusan perjalanan mereka. Hal ini mencakup pertimbangan mendalam mengenai biaya dan pemilihan destinasi wisata.

"Sejak awal tahun hingga kuartal kedua, kami melihat wisatawan lebih hati-hati dan terencana dalam mengambil keputusan perjalanan," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi