Kemenhub Siapkan Lahan Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Hercules Asia

Kemenhub Siapkan Lahan Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Hercules Asia
Foto: Ilustrasi Kemenhub Siapkan Lahan Bandara Kertajati Jadi Pusat MRO Hercules Asia.

Kementerian Perhubungan menyatakan area Bandara Kertajati di Jawa Barat sangat siap mendukung strategi pemerintah yang ingin membangun pusat Maintenance, Repair, and Overhaul pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk skala regional Asia.

Kepastian tersebut disampaikan setelah adanya rencana dari pihak Amerika Serikat untuk memusatkan fasilitas perawatan berkala armada pesawat tersebut di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan penyiapan fasilitas perbaikan berskala besar ini berjalan beriringan dengan program pengadaan unit pesawat baru oleh Kementerian Pertahanan RI.

"Lahannya cukup," jelas Dudy di Gedung DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Pemerintah menilai bahwa dalam setiap kesepakatan pemenuhan alat utama sistem persenjataan baru, perusahaan manufaktur pembuat pesawat biasanya turut menyertakan kemitraan jangka panjang untuk aspek perawatan armada.

"Kalau dari Kementerian Pertahanan itu akan melakukan pengadaan Hercules, biasanya mereka akan bekerja sama termasuk di antaranya penyelenggaraan maintenance," kata Dudy.

Pihak kementerian akan segera menggelar diskusi teknis lanjutan yang lebih komprehensif apabila korporasi perakit pesawat memberikan persetujuan resmi terkait penunjukan lokasi proyek regional tersebut.

"Kalau memang pabrikan menyetujui ya mereka pasti sudah ada pembicaraan lebih lanjut dan lahan Kertajati masih cukup memadai kok," jelas Dudy.

Kementerian Perhubungan juga membuka opsi lebar bagi keterlibatan korporasi kedirgantaraan global seperti Lockheed Martin dalam mengelola atau membangun fasilitas MRO di area bandara.

"Oh iya ya sama seperti fasilitas yang lain mungkin ya untuk MRO," tegas dia.

Koordinasi intensif antar-lembaga negara dipastikan terus berjalan secara simultan guna mematangkan seluruh aspek teknis dan operasional yang diperlukan dalam pembangunan infrastruktur aviasi militer ini.

"Oh iya tentunya kan pasti harus ada koordinasinya, pasti kita akan berkoordinasi dengan Kemhan untuk fasilitas MRO apa pun," ucap Dudy.

Selain proyek pusat pemeliharaan armada Hercules tersebut, korporasi perawatan pesawat domestik PT GMF AeroAsia Tbk dilaporkan telah menyampaikan minat resmi untuk mengekspansi lini bisnis mereka di Kertajati.

"Tadi yang saya bilang GMF sudah berminat kan sudah mulai melakukan perencanaan, ya itu saja sementara ini," pungkas dia.

Rencana strategis penunjukan Indonesia sebagai basis perawatan pesawat angkut ini sebelumnya dipaparkan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin setelah menerima tawaran langsung dari Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth.

Langkah penunjukan Bandara Kertajati sebagai lokasi utama proyek ini diputuskan secara resmi oleh pemerintah setelah mendapatkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Dia menawarkan, dan ini tidak ada di negara ASEAN. Dia menawarkan, ÔÇÿBagaimana kalau pemeliharaan C-130 di seluruh Asia saya pusatkan di Indonesia atas biaya kami?ÔÇÖ Saya lapor ke Bapak Presiden, ÔÇÿkasih KertajatiÔÇÖ. Nah kita sedang bekerja untuk itu," ujar Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Selasa (19/5/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan bahwa pemilihan lokasi di Jawa Barat tersebut didasarkan pada keunggulan teknis kapasitas wilayah operasional bandara.

"Diarahkan untuk mendukung Indonesia sebagai hub pemeliharaan Hercules di kawasan," kata Rico.

Artikel terkait

Rekomendasi