Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sebanyak 159 ribu jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi hingga Jumat (15/5/2026). Memasuki hari ke-25 masa operasional, pemerintah memastikan seluruh skema layanan mulai dari pemberangkatan hingga pembinaan ibadah terlaksana sesuai prosedur tanpa hambatan berarti.
Data operasional menunjukkan total 411 kelompok terbang (kloter) yang membawa 158.978 jemaah reguler dan 1.641 petugas telah diberangkatkan dari berbagai embarkasi. Selain itu, terdapat 11.087 jemaah haji khusus yang juga dilaporkan sudah memasuki wilayah Arab Saudi untuk mengikuti rangkaian ibadah.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, dalam konferensi pers yang dilansir dari Detikcom, menegaskan bahwa pemantauan terhadap akomodasi, konsumsi, dan transportasi terus dilakukan secara ketat. Hal ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan seluruh jemaah yang tersebar di wilayah Makkah maupun Madinah.
"Alhamdulillah hari ini kita telah memasuki hari ke-25 masa operasional penyelenggara ibadah haji di mana secara umum seluruh layanan haji Indonesia mulai dari pemberangkatan dari di tanah air kedatangan di Arab Saudi akomodasi konsumsi transportasi layanan kesehatan bahkan hingga pembinaan ibadah berjalan lancar dengan pendampingan penuh oleh petugas," papar Maria Assegaf, Jubir Kemenhaj.
Layanan kesehatan dan pendampingan ibadah diprioritaskan bagi jemaah yang saat ini masih menjalani masa transisi antar kota. Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah terus bergulir dengan total 392 kloter yang mencakup 151.382 jemaah dan 1.563 petugas sudah berada di Makkah.
Sementara itu, pintu masuk melalui Jeddah telah menerima kedatangan 140 kloter dengan rincian 53.705 jemaah dan 561 petugas. Pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap layanan bagi jemaah reguler maupun khusus guna memastikan seluruh prosesi ibadah berjalan aman dan tertib.