Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis pedoman untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati pada tanggal 2 Mei 2026.
Dilansir dari Kiaton, panduan ini memuat informasi mengenai tema serta logo resmi yang dapat diaplikasikan oleh seluruh satuan pendidikan di Indonesia.
Logo Hardiknas 2026 dihadirkan untuk merepresentasikan semangat transformasi pendidikan melalui sejumlah program prioritas seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan guru.
Identitas visual Hardiknas 2026 memuat empat elemen filosofis utama yang menggambarkan arah kebijakan pendidikan nasional.
Pertama, figur manusia berwarna biru yang digambarkan dalam siluet dinamis dan penuh semangat, mencerminkan kesiapan semesta untuk berkontribusi aktif mewujudkan visi #PendidikanBermutuUntukSemua.
Kedua, lengkungan elips yang mengitari bagian bawah logo bermakna gerak maju, perlindungan, dan kesinambungan.
Elemen ini merepresentasikan komitmen revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan ekosistem sekolah, dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh penjuru tanah air.
Ketiga, warna biru dominan yang dipilih untuk melambangkan aspek kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, serta harapan masa depan yang cerah.
Keempat, penggunaan warna negatif dalam mode skala keabuan untuk memberikan kontras yang cukup pada latar belakang tertentu atau saat menghadapi keterbatasan teknis pencetakan seperti penggandaan lewat mesin fotokopi.
Aturan Penempatan Logo
Sebagai logo acara resmi, Logo Hardiknas 2026 dapat diposisikan pada sisi kanan atas atau diletakkan berseberangan dengan logo Tut Wuri Handayani maupun logo instansi terkait.
Aturan teknis mengharuskan logo ini tidak dipasang bersebelahan secara langsung, baik pada media dengan format portrait maupun landscape.
Tema Besar Hardiknas 2026
Untuk peringatan tahun ini, Kemendikdasmen menetapkan tema Hardiknas 2026 yaitu "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua".
Melalui tema tersebut, pemerintah berfokus mendorong kolaborasi erat antara seluruh elemen masyarakat, aparatur pemerintah, hingga sektor swasta guna mendongkrak kualitas pendidikan yang merata.