Kemendag Alihkan Fokus Ekspor ke Afrika dan Asia pada Kuartal II/2026

Kemendag Alihkan Fokus Ekspor ke Afrika dan Asia pada Kuartal II/2026
Foto: Ilustrasi Kemendag Alihkan Fokus Ekspor ke Afrika dan Asia pada Kuartal II/2026.

Kementerian Perdagangan mulai mengalihkan konsentrasi pasar ekspor Indonesia ke wilayah nontradisional di kawasan Afrika dan Asia guna menghadapi tekanan geopolitik global pada Rabu (6/5/2026). Langkah diversifikasi ini diambil untuk memastikan tren pertumbuhan kinerja perdagangan nasional tetap stabil pada kuartal II/2026.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan Ni Made Kusuma Dewi menjelaskan bahwa pengurangan ketergantungan pada pasar tradisional menjadi langkah yang sangat mendesak saat ini. Strategi tersebut dibarengi dengan optimalisasi perjanjian perdagangan internasional bagi para pelaku usaha.

ÔÇ£Upaya ini dilakukan secara konsisten agar tren kenaikan kinerja ekspor tetap terjaga,ÔÇØ ujarnya Ni Made Kusuma Dewi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan.

Pemerintah juga mengandalkan tiga pilar utama untuk memperkuat sektor ini, yang meliputi pengamanan pasar domestik, perluasan jangkauan luar negeri, serta akselerasi program khusus pelaku usaha lokal. Program percepatan tersebut mencakup klaster UMKM BISA Ekspor hingga pendampingan desa untuk meningkatkan kapasitas produksi.

ÔÇ£ÔÇÖDari Lokal Untuk GlobalÔÇÖ merupakan program akselerasi ekspor yang sangat bersentuhan dengan pelaku usaha,ÔÇØ kata Ni Made Kusuma Dewi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dilansir dari Ekonomi, total nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai US$66,85 miliar. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$66,62 miliar.

Meskipun ekspor nonmigas tumbuh 0,98 persen menjadi US$63,60 miliar, sektor migas justru merosot tajam hingga 10,58 persen. Penurunan signifikan juga terjadi pada pengiriman komoditas pertanian, kehutanan, perikanan, serta pertambangan yang mencerminkan kerentanan daya tahan ekspor berbasis sumber daya alam.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan bahwa pelemahan ekspor tahunan pada Maret 2026 dipicu oleh anjloknya sejumlah komoditas primer unggulan. Sektor lemak dan minyak nabati tercatat turun 27,02 persen, sementara kopi, teh, dan rempah-rempah merosot hingga 54,69 persen.

ÔÇ£Nilai ekspor Maret 2026 secara tahunan terutama didorong oleh penurunan nilai ekspor nonmigas pada beberapa komoditas,ÔÇØ ujarnya Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Kinerja Ekspor Indonesia Januari-Maret 2026
SektorNilai (Miliar US$)Pertumbuhan (%)
Total Ekspor66,850,34
Ekspor Nonmigas63,600,98
Ekspor Migas3,25-10,58

Artikel terkait

Rekomendasi