Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menyepakati kolaborasi strategis dengan PT Jababeka Tbk (KIJA) dan Sembcorp Development Ltd asal Singapura dalam pertemuan bilateral yang dihadiri oleh Menteri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu Sugiono untuk memperluas kawasan industri terintegrasi.
Ekspansi komersial ini dilakukan seiring tingginya minat penanaman modal, di mana data dari Media Indonesia menunjukkan realisasi investasi Kabupaten Kendal pada Triwulan I 2026 menyentuh Rp3,61 triliun. Angka tersebut menjadi salah satu penyokong terbesar bagi total investasi Jawa Tengah yang tumbuh 5,35 persen secara year-on-year mencapai Rp23,02 triliun pada periode yang sama.
Hingga Triwulan I 2026, kawasan ini telah menampung 139 pelaku usaha dengan komitmen modal kumulatif sebesar Rp189,16 triliun. Aktivitas industri di dalamnya berhasil menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja yang tersebar di berbagai sektor, termasuk otomotif, energi terbarukan, elektronik, farmasi, alat kesehatan, fashion, furnitur, hingga makanan dan minuman.
Pembangunan perluasan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas lahan, memperkuat infrastruktur, fasilitas logistik, utilitas, serta mengefisiensikan layanan perizinan demi memacu industrialisasi daerah.
Executive Director KEK Kendal Juliani Kusumaningrum menyampaikan, keberhasilan kawasan ini tidak terlepas dari sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra strategis dari Singapura.
"Kami melihat kepercayaan investor terus meningkat, dan ini menjadi tanggung jawab kami untuk menjaga kualitas kawasan, memperkuat ekosistem industri, serta memastikan bahwa pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ungkap Juliani di Jakarta, Senin (18/5).
Hubungan bilateral ini juga diproyeksikan membuka ruang investasi baru bagi investor global, sekaligus menjadikan kawasan terintegrasi ini sebagai model keberhasilan bagi Singapura yang menawarkan kepastian serta efisiensi tinggi.
"Kami ingin terus memperkuat peran sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri paling progresif di Indonesia," kata Juliani.
Langkah pengembangan ini diharapkan mampu mengulang kesuksesan performa wilayah pada tahun 2024, saat Kabupaten Kendal dinobatkan sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.
"Dengan dukungan kebijakan yang konsisten serta kolaborasi internasional yang solid, kami optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai pusat industri Kabupaten Kendal dan salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah," ujar Juliani.