Sebanyak 154 orang dilaporkan meninggal dunia dalam 755 kasus kecelakaan lalu lintas selama empat hari pertama perayaan Songkran di Thailand sejak 10 hingga 13 April 2026. Meski jumlah kasus turun 25 persen, angka fatalitas justru meningkat dibandingkan periode tahun lalu.
Berdasarkan data Pusat Keselamatan Jalan (RSC) yang dilansir dari Detik Travel pada Rabu (15/4/2026), total korban luka mencapai 705 orang. Angka ini menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 1.002 kecelakaan dengan 144 kematian dan 999 korban luka.
Kepala Pusat Keselamatan Jalan (RSC), Yossapol Wenukoset, merinci rincian insiden harian yang terjadi di berbagai wilayah pada puncak perayaan awal pekan ini.
"pada Senin saja terjadi 237 kecelakaan di seluruh Thailand, yang mengakibatkan 224 orang terluka dan 51 orang meninggal dunia." kata Yossapol Wenukoset, Kepala Pusat Keselamatan Jalan (RSC).
Pemerintah Thailand merespons tingginya angka fatalitas ini dengan mengampanyekan gerakan keselamatan jalan raya selama periode 10-16 April. Penyebab utama kecelakaan tercatat didominasi oleh penggunaan kecepatan berlebih sebesar 41,8 persen dan berkendara dalam kondisi mabuk sebesar 27,4 persen.
Data statistik menunjukkan sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling banyak terlibat insiden dengan persentase mencapai 70,9 persen. Mayoritas kecelakaan fatal justru terjadi di jalan lurus dan wilayah pedesaan pada sore hari sekitar pukul 15.00 hingga 18.00 waktu setempat.
Secara geografis, Provinsi Lampang mencatat frekuensi kecelakaan tertinggi, sementara jumlah kematian terbanyak berada di wilayah Bangkok. Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Thiraphat Khatchamart, menyoroti kondisi lalu lintas yang tetap padat hingga Selasa kemarin.
"banyak warga masih bepergian untuk merayakan Songkran, sementara sebagian lainnya mulai kembali ke Bangkok atau ke tempat kerja lebih awal untuk menghindari kepadatan pada Rabu." ujar Thiraphat Khatchamart, Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana.
Otoritas terkait saat ini telah menyiagakan pos pemeriksaan di titik strategis untuk memantau pengemudi yang kelelahan. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko tabrakan beruntun dan menjaga keamanan arus balik pemudik di jalur utama.