Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) menilai kebutuhan industri asuransi terhadap profesi aktuaris semakin melonjak setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 pada Rabu (20/5/2026).
Kewajiban pelaporan keuangan berbasis standar baru yang sepenuhnya diaudit tersebut berlaku efektif mulai tahun 2026 untuk seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi. Penambahan kebutuhan tenaga ahli ini dipicu oleh rumitnya proses transisi regulasi yang memerlukan persiapan matang.
Ketua PAI Paul Kartono menjelaskan bahwa proses pemeriksaan laporan keuangan baru ini membutuhkan keterlibatan tenaga ahli aktuaria secara langsung mendampingi tim auditor.
"Belum lagi ditambah audit atas laporan keuangan berdasarkan PSAK 117 mensyaratkan auditor juga didampingi oleh aktuaris," katanya kepada Kontan, Rabu (20/5/2026).
Dilansir dari Keuangan, ketersediaan tenaga ahli saat ini sebenarnya dinilai masih mencukupi untuk memenuhi ketentuan minimal industri. Data PAI menunjukkan Indonesia memiliki lebih dari 530 aktuaris tingkat penuh (Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia/FSAI) dan lebih dari 350 ajun aktuaris (Associate of the Society of Actuaries of Indonesia) untuk melayani sekitar 150 perusahaan.
"Kalau dilihat dari jumlah saja, tentunya jumlah tersebut sudah mencukupi untuk kebutuhan aktuaris perusahaan asuransi yang totalnya berjumlah sekitar 150 perusahaan," tuturnya.
Meski secara kuantitas di atas kertas terpenuhi, Paul menggarisbawahi pentingnya dukungan tim teknis untuk menjaga reliabilitas data akuntansi asuransi tersebut. PAI mendorong korporasi agar aktif menjaring tenaga kerja muda potensial demi memperkuat struktur industri.
Lonjakan permintaan profesi ini diproyeksikan terus berlanjut di masa depan seiring dengan dinamika regulasi dan manajemen risiko yang semakin bervariasi.
"Dalam waktu dekat akan ada penerapan New Risk Based Capital atau RBC 2.0, PSAK 408 untuk asuransi syariah, konsolidasi perusahaan asuransi akibat dari kenaikan modal minimum, risiko perubahan iklim, dan lainnya," ucap Paul.