Ribuan Jemaah Haji Jatim dan Sulsel Mulai Berangkat ke Madinah

Ribuan Jemaah Haji Jatim dan Sulsel Mulai Berangkat ke Madinah
Foto: Ilustrasi Ribuan Jemaah Haji Jatim dan Sulsel Mulai Berangkat ke Madinah.

Rombongan jemaah haji dari berbagai daerah di Jawa Timur mulai bertolak menuju Madinah melalui Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Proses pemberangkatan ini mencakup kloter 19 hingga 21 yang berasal dari Ponorogo, Magetan, Sidoarjo, dan Madiun.

Kegiatan mobilisasi jemaah tersebut dimulai sejak pukul 4 pagi waktu setempat. Berdasarkan data yang dilansir dari Kompas, total jemaah haji yang sudah diterbangkan menuju Madinah kini telah mencapai angka 7.979 orang.

Meskipun mayoritas jemaah berangkat sesuai jadwal, terdapat laporan mengenai satu orang jemaah yang keberangkatannya terpaksa ditunda akibat mengalami sakit di daerah asal. Penundaan ini menjadi bagian dari prosedur pemantauan kesehatan sebelum keberangkatan.

Di sisi lain, terdapat perkembangan positif bagi satu orang jemaah yang sebelumnya sempat tertahan akibat terdiagnosis hepatitis. Setelah melalui observasi medis, jemaah tersebut kini dinyatakan layak terbang dan dijadwalkan menyusul pada pemberangkatan kloter berikutnya.

Sementara itu di wilayah Sulawesi Selatan, sebanyak 387 jemaah calon haji dilaporkan telah tiba di Asrama Haji Sudiang Makassar pada Senin pagi. Kelompok ini terdiri dari 386 orang asal Kabupaten Wajo dan satu orang jemaah asal Makassar.

Para jemaah yang baru tiba di Makassar langsung diarahkan untuk mengikuti layanan one stop service. Fasilitas ini mengintegrasikan berbagai tahapan krusial, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir hingga verifikasi dokumen perjalanan jemaah secara komprehensif.

Selama proses administrasi tersebut, petugas juga menyalurkan uang living cost kepada setiap jemaah. Pemberian dana ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan personal para jemaah selama menjalankan ibadah di tanah suci.

Selain dukungan finansial, jemaah juga menerima kelengkapan identitas berupa gelang resmi dan kartu Nusuk. Dokumen fisik ini berfungsi sebagai identitas utama yang wajib dikenakan jemaah selama menjalani seluruh rangkaian aktivitas ibadah di Arab Saudi.

Artikel terkait

Rekomendasi