Insiden kebakaran melanda lima pintu rumah kontrakan di RT 06/RW 12, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Peristiwa tragis ini mengakibatkan seorang wanita penderita stroke berinisial SH (53) meninggal dunia di lokasi kejadian.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur mengidentifikasi gangguan pada sistem kelistrikan sebagai pemicu awal api. Dilansir dari Megapolitan, petugas mengerahkan puluhan personel guna memadamkan kobaran api yang menghanguskan bangunan tersebut.
Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Edi, memberikan keterangan awal mengenai penyebab kebakaran saat berada di lokasi. Ia menyampaikan penilaian sementara tim mengenai asal mula munculnya api yang merambat cepat ke bangunan kontrakan.
"Dugaan sementara akibat gangguan kelistrikan," ucap Edi, Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur.
Petugas di lapangan menghadapi sejumlah rintangan selama proses pemadaman berlangsung, terutama terkait akses jalan menuju titik api. Kondisi lingkungan yang padat menuntut strategi khusus agar armada pemadam dapat menjangkau lokasi.
"Iya jalan sempit, tapi kita luncurkan lima unit kecil untuk mendekati lokasi, lalu disambung dengan unit besar lainnya," ungkap Edi.
Selain keterbatasan ruang bagi kendaraan, ketersediaan air juga menjadi kendala signifikan bagi tim pemadam di lapangan. Petugas harus mencari sumber air alternatif yang letaknya cukup jauh dari pemukiman yang terbakar.
"Kendala di lapangan adalah sumber air yang cukup jauh, sehingga kami mengambil pasokan air dari dekat Kali Molek. Namun, kendala tersebut bisa kami atasi dengan mengerahkan unit-unit kecil ke bagian depan lokasi," jelas Edi.
Edi merinci dampak kerusakan akibat si jago merah yang menghanguskan sejumlah unit tempat tinggal. Ia juga mengonfirmasi adanya satu korban jiwa dalam peristiwa tersebut yang tidak sempat menyelamatkan diri.
"Satu korban meninggal dunia, seorang wanita berinisial SH, usia sekitar 53 tahun. Kondisinya memang sedang sakit. Berdasarkan informasi dari saksi, korban berada di dalam rumah dalam kondisi terkunci. Apakah dikunci sendiri atau bagaimana, kami belum mengetahui pasti," ungkap Edi.
Operasi pemadaman dilakukan secara menyeluruh dengan pengerahan belasan unit kendaraan operasional. Tim mencatat durasi waktu penanganan mulai dari kedatangan personel hingga api dinyatakan benar-benar padam.
"Waktu tiba pukul 15.58 WIB, waktu lokalisir pukul 16.15 WIB, dan waktu selesai operasi pukul 17.12 WIB," tutup Edi.
Berdasarkan data kewilayahan, kebakaran tersebut berdampak pada belasan warga yang kehilangan tempat tinggal. Ketua RT 06/12, Syafei, menyebutkan jumlah penghuni yang terdampak serta menjelaskan kondisi korban saat upaya evakuasi awal dilakukan warga.
"Totalnya ada 15 jiwa (penghuni), satu meninggal. Itu karena memang sakit jadi enggak bisa keluar. Waktu kejadian sempat mau dibuka pintunya, tapi memang dikunci, jadi enggak bisa ditolong," ucap Syafei, Ketua RT 06/12.
Untuk memadamkan api, Sudin Gulkarmat mengerahkan 17 unit mobil pemadam kebakaran beserta 85 personel di lokasi Lubang Buaya tersebut.