Sebuah tempat penyimpanan drum bekas di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang, dilaporkan terbakar pada Minggu sore, 3 Mei 2026. Peristiwa ini memicu respons cepat dari tim pemadam kebakaran yang segera menuju lokasi untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengonfirmasi bahwa personel di lapangan masih berupaya memadamkan api hingga saat ini. Insiden tersebut pertama kali terdeteksi setelah adanya laporan dari warga setempat mengenai munculnya asap tebal dari area penampungan limbah drum tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, memberikan keterangan mengenai waktu dimulainya penanganan kejadian ini dilansir dari Megapolitan.
"Laporan masuk pukul 16.04 WIB," kata Andia melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Minggu.
Berdasarkan hasil pemantauan awal di lokasi kejadian, objek utama yang dilahap api dipastikan merupakan tumpukan drum-drum bekas. Kendati demikian, otoritas terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti serta detail kronologi di balik kebakaran tersebut.
"Info awal lapak drum bekas," ujar Andia.
Guna mengatasi situasi tersebut, BPBD Kota Tangerang telah mengerahkan kekuatan sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran. Sebanyak 30 personel diterjunkan ke titik api guna memastikan proses lokalisir api berjalan efektif dan mencegah perambatan ke bangunan di sekitarnya.
"Saat ini masih dilakukan pemadaman," ucap Andia.
Operasi pemadaman masih berlangsung di lokasi kejadian hingga laporan ini disusun. Petugas pemadam kebakaran terus berjaga dan melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi di dalam drum-drum bekas tersebut.