Kebakaran Hanguskan Lima Kontrakan di Lubang Buaya Satu Wanita Tewas

Kebakaran Hanguskan Lima Kontrakan di Lubang Buaya Satu Wanita Tewas
Foto: Ilustrasi Kebakaran Hanguskan Lima Kontrakan di Lubang Buaya Satu Wanita Tewas.

Insiden kebakaran menghanguskan lima unit rumah kontrakan di kawasan Lubang Buaya, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Peristiwa yang terjadi di permukiman padat penduduk tersebut mengakibatkan seorang penghuni wanita kehilangan nyawa akibat terjebak di dalam bangunan.

Dilansir dari Kompas, kobaran api memicu kepanikan warga sekitar yang sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas tiba. Laporan kebakaran pertama kali diterima oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur pada pukul 15.30 WIB.

Perwira Piket Sudin Damkar Jakarta Timur Edi Parwoko memberikan penjelasan mengenai detail bangunan yang terdampak dalam musibah tersebut. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan sebanyak 17 unit mobil pemadam dan 85 personel ke lokasi kejadian.

"Yang terbakar itu rumah petak, kontrakan, jumlah yang terbakar lima pintu, yang notabene berderet, luas bangunannya itu 88 meter persegi," kata Edi di Jakarta, Minggu, sebagaimana laporan jurnalis KompasTV, Ardi Praseno.

Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam hingga api benar-benar dinyatakan padam. Edi menyebutkan bahwa tim di lapangan sempat menemui hambatan teknis lantaran letak sumber air yang cukup jauh dari titik api.

Terkait jatuhnya korban jiwa, Edi mengonfirmasi identitas korban merupakan seorang wanita berusia 53 tahun. Berdasarkan keterangan para saksi, korban tidak dapat menyelamatkan diri karena faktor kesehatan dan kondisi pintu rumah yang terkunci.

"Ada satu korban meninggal dunia, wanita, umur sekitar 53 tahun. Jadi kondisinya memang sakit, informasi dari saksi tadi, terkunci di rumah," ungkapnya.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa gangguan pada sistem kelistrikan di salah satu unit menjadi pemicu munculnya api. Percikan tersebut kemudian merambat dengan cepat ke empat pintu kontrakan lain yang posisinya saling berhimpitan.

Artikel terkait

Rekomendasi