Kebakaran melanda kediaman pribadi Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Haerul Saleh, di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan pemilik rumah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat kepulan asap tebal sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa ini bermula saat api muncul di lantai empat bangunan yang baru saja selesai direnovasi tersebut. Dilansir dari Megapolitan, sebanyak 48 personel pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi hingga api berhasil dilokalisir sepenuhnya pada pukul 08.46 WIB.
Harpen, seorang penjaga rumah yang berada di lokasi, memberikan kesaksian mengenai detik-detik awal munculnya api. Ia mengaku sedang berada di lantai dasar saat kerabat pemilik rumah memberikan peringatan tentang adanya kebakaran.
"Nah, si Alo sama Bang Anto tuh turun ke bawah teriak 'kebakaran!'. Nah, saya kira bapak sudah keluar, ternyata bapak belum keluar," kata Harpen, Penjaga Rumah.
Upaya pemadaman mandiri sempat dilakukan oleh penghuni rumah dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, keterbatasan peralatan membuat kobaran api di ruang kerja Haerul tidak dapat tertangani sebelum bantuan profesional tiba.
Harpen menjelaskan bahwa kondisi Haerul Saleh sudah sangat lemah ketika ditemukan di dalam ruangan. Korban segera dibawa ke Rumah Sakit Pasar Minggu untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
"Keadaan bapak ya sudah enggak sadar diri sih. Mungkin karena asap ya jadi bapak sudah enggak sadar, karena dilihat dari luar katanya tadi asapnya hitam," tutur Harpen, Penjaga Rumah.
Sebelum insiden terjadi, Haerul diketahui sedang beraktivitas di ruang kerjanya bersama seorang rekan. Harpen menyebutkan bahwa biasanya pada waktu tersebut, Anggota IV BPK itu rutin melakukan olahraga tenis pagi.
Keluarga inti Haerul, termasuk istri dan anaknya, dilaporkan tidak berada di lokasi kejadian karena sedang menetap di rumah dinas. Hunian yang terbakar tersebut merupakan rumah pribadi yang sedang dalam masa penyelesaian pascarenovasi.
"Untuk ibu kan emang dari sebelum puasa emang tinggal di Pondok Indah, rumah dinas. Ini rumah pribadi," kata Harpen, Penjaga Rumah.
Penyelidikan awal menunjukkan dugaan bahwa api dipicu oleh bahan tiner sisa pengerjaan renovasi rumah. Pihak kepolisian masih mendalami kronologi pasti bagaimana bahan kimia tersebut bisa tersulut hingga menghanguskan ruangan.
Tim gabungan dari Identifikasi, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri, serta Polres Jakarta Selatan dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini diambil untuk memastikan penyebab teknis dan sumber api utama dalam kebakaran tersebut.