Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat mengerahkan alat berat untuk mengurai reruntuhan bangunan gudang plastik yang terbakar di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, hingga Kamis (21/5/2026).
Langkah ini diambil karena material plastik yang tertimbun puing tembok dan atap terus memicu bara api, sehingga menyulitkan proses pemadaman yang telah berlangsung sejak Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Hingga Kamis pagi, sebanyak 18 armada beserta 90 personel masih disiagakan di lokasi kejadian setelah sebelumnya pada awal penanganan dikerahkan 27 unit mobil pemadam dan 135 personel.
Kepala Seksi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa reruntuhan bangunan menjadi penghalang utama bagi air yang disemprotkan oleh petugas di lapangan.
"Kendalanya karena barangnya ketiban tembok saja, jadi kita enggak bisa nyiram," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Karakteristik material plastik yang menyimpan panas membuat bara api di lapisan bawah tetap menyala dan mengeluarkan asap hitam pekat walau bagian atas tampak terkendali.
"Kalau sudah ketiban begini saja juga sudah agak berat, tantangan. Karena barangnya kan banyak juga nih," kata Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Guna mengatasi hambatan tersebut, sebuah ekskavator digunakan untuk membuka lapisan puing agar penyemprotan air bisa langsung mengenai titik api yang tersembunyi.
"Harus pakai beko, diangkat, diurai sama beko, baru kita semprotin," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Selain menggunakan alat berat, pemantauan titik panas dari udara juga dilakukan oleh petugas dengan memanfaatkan teknologi drone.
"Kami selalu pantau juga dari atas pakai drone untuk mantau titik apinya," kata Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Akibat titik asap yang terus muncul dari bawah material, target waktu penyelesaian penanggulangan kebakaran di lokasi tersebut masih belum dapat dipastikan.
"Saya enggak bisa prediksi. Kemarin saya prediksinya sampai sore ternyata enggak bisa," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Insiden kebakaran gudang plastik yang berada di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut ini sempat diwarnai ledakan ketika api dengan cepat membesar pada Senin siang.