Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat masih berupaya memadamkan kebakaran gudang plastik di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat hingga Kamis (21/5/2026). Proses pemadaman terhambat oleh timbunan reruntuhan tembok dan atap yang ambruk, seperti dilansir dari Megapolitan.
Kondisi material yang tertimbun puing-puing bangunan menyulitkan pancaran air dari selang petugas untuk menjangkau titik api utama. Akibatnya, bara api di bawah reruntuhan sering kembali membesar dan memicu kepulan asap hitam pekat ke udara.
Pihak pemadam kebakaran mengandalkan pemantauan udara secara berkala untuk mendeteksi lokasi titik panas yang tersembunyi. Selain itu, strategi penguraian material menggunakan alat berat ekskavator atau beko diterapkan sejak Rabu pukul 12.00 WIB guna membongkar puing bangunan.
Hingga Kamis pagi, sebanyak 18 unit armada pemadam bersama 90 personel masih bersiaga di lokasi kejadian. Skala penanganan ini melanjutakan pengerahan awal yang melibatkan total 27 unit mobil pemadam dan 135 personel saat api pertama kali berkobar.
"Kendalanya karena barangnya ketiban tembok saja, jadi kita enggak bisa nyiram. Kalau sudah ketiban begini saja juga sudah agak berat, tantangan. Karena barangnya kan banyak juga nih," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Petugas di lapangan harus beroperasi secara beriringan mengikuti pergerakan ekskavator yang membuka jalur timbunan agar penyemprotan air bisa berjalan efektif. Namun, pengerjaan menggunakan alat berat tersebut sempat dihentikan pada malam hari sebelum akhirnya dilanjutkan kembali pada Kamis pagi.
"Kami selalu pantau juga dari atas pakai drone untuk mantau titik apinya, masih ada api yang sembunyi dia di balik reruntuhan bangunan itu," ungkap Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Mengenai target rampungnya proses pemadaman total di area pergudangan tersebut, pihak berwenang belum dapat memastikan tenggat waktunya. Evaluasi terus dilakukan seiring dengan dinamisnya kondisi kemunculan titik asap di lapangan.
"Makanya harus pakai beko, diangkat, diurai sama beko, baru kita semprotin. Di dalam ini masih ada api, jadi kan karena ketindihan apinya enggak kena kita tembak gitu," jelas Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Peristiwa kebakaran ini pertama kali melanda bangunan gudang bercat biru dan putih tersebut pada Senin (18/5/2026) siang sekitar pukul 14.23 WIB. Berdasarkan rekaman video, kobaran api sempat membesar dengan cepat setelah disertai bunyi ledakan dari dalam gudang.
"Saya enggak bisa prediksi, enggak bisa prediksi saya. Kemarin saya prediksinya sampai sore (bisa selesai), ternyata enggak bisa, titik-titik asapnya masih banyak, karena itu kita lanjutkan dulu prosesnya upaya maksimal dengan alat berat juga," kata Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Hingga saat ini, penyelidikan terkait penyebab pasti memicu munculnya api pertama kali di lokasi gudang plastik Jalan Peternakan Raya tersebut masih belum bisa disimpulkan.
"Telah terjadi kebakaran pada obyek gudang di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.
Petugas Damkar terus berupaya mengurai tumpukan barang yang menjadi kendala utama penetrasi air ke titik terdalam.
"Tumpukan barangnya banyak jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat.