Petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan kebakaran gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, hingga Selasa (19/5/2026) siang. Dilansir dari Megapolitan, peristiwa yang memicu kepulan asap hitam pekat dari sisa bangunan ini telah berlangsung lebih dari 20 jam sejak Senin kemarin.
Meskipun area kebakaran telah berhasil dibatasi agar tidak meluas oleh petugas, bara api di balik tumpukan material plastik dilaporkan masih menyala. Akibat amukan si jago merah tersebut, bagian atap beserta sebagian dinding bangunan terpantau roboh.
Guna menuntaskan pemadaman, sebanyak 16 unit mobil pemadam termasuk armada Bronto Skylift disiagakan di lokasi untuk menyemprotkan air dari ketinggian. Pemadaman secara keseluruhan melibatkan 27 armada dan 135 personel Gulkarmat, meski sebagian bantuan dari wilayah lain kini mulai ditarik.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa tim di lapangan terkendala oleh besarnya volume material plastik yang menimbun sumber api.
"Tumpukan barangnya banyak jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu," ujar Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat.
Pihak Gulkarmat saat ini tengah menjalin komunikasi dengan pemilik tempat usaha guna mendatangkan ekskavator. Alat berat tersebut sangat dibutuhkan untuk membongkar timbunan plastik agar cairan pemadam bisa menyentuh titik panas di lapisan terbawah.
"Jadi kita lagi koordinasi sama pemilik gedung biar disiapin beko (ekskavator), jadi entar diurai baru disemprotin gitu. Pakai beko dulu diurai baru kita semprotin. Kalau enggak begitu nanti berlarut terus, besok panggil kita," ungkap Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat.
Syaiful Kahfi juga menegaskan bahwa perambatan api sudah berhasil dihentikan sejak Senin tengah malam sehingga tidak meluas ke bangunan di sekitarnya.
"Lokalisir itu sudah enggak bergerak, itu sekitar jam 12 malam kita sudah lokalisir gitu, apinya sudah enggak ke mana-mana lagi. Kalau api sih sampai jam 02.00 WIB tadi api juga masih merah, tapi enggak ke mana-mana, sudah di situ aja tuh," jelas Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat.
Dalam operasi ini, petugas mengaplikasikan campuran air dan busa khusus melalui 15 nozzle karena penggunaan air murni dinilai tidak efektif untuk memadamkan plastik.
"Kalau sekarang sudah ada yang pulang juga karena ada sebagian mobil yang dari wilayah Jakarta Pusat sama," kata Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat.
Insiden ini mengakibatkan dua personel pemadam kebakaran mengalami cedera mata akibat semprotan cairan pemadam dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sementara itu, seorang relawan Redkar yang mengalami sesak napas saat membantu pemadaman kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras. Penyebab pasti munculnya api di gudang tersebut sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan.