Insiden kebakaran besar melanda Kompleks Pergudangan Miami di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin malam, 11 Mei 2026. Peristiwa ini menghanguskan sedikitnya empat unit bangunan gudang yang menjadi pusat penyimpanan barang dan distribusi logistik.
Ketua RW 01 Tegal Alur, Madi, mengonfirmasi bahwa kawasan tersebut memang didominasi oleh aktivitas logistik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik api pertama kali terlihat muncul dari area penyimpanan freon sebelum merembet luas ke bangunan di sekitarnya.
"Awalnya itu informasinya dari gudang freon, dia nyimpen-nyimpen freon gampang terbakar kan, yang paling gede juga api nya dari situ," kata Madi dikutip dari Megapolitan pada Selasa, 12 Mei 2026.
Madi menjelaskan bahwa mayoritas bangunan di kompleks tersebut berfungsi sebagai tempat penyimpanan, bukan fasilitas manufaktur. Api yang semula membesar di gudang freon kemudian menyambar gudang plastik, kardus, hingga gudang ekspedisi paket.
"Setahu saya sih gudang ya, penyimpanan. Bukan pabrik, nah itu di sampingnya nyamber ke gudang plastik, gudang kardus, sama gudang ekspedisi itu, gudang paket," ucap Madi.
Kesaksian serupa disampaikan oleh Iqbal (28), seorang warga setempat yang menetap di sekitar lokasi kejadian. Ia membenarkan bahwa bangunan yang terdampak merupakan tempat penyimpanan paket milik perusahaan ekspedisi sehingga berisi banyak barang.
"Setahu saya dan warga sini, di sini memang gudangnya paket, ekspedisi lah jadi barangnya banyak," kata Iqbal.
Meski demikian, Iqbal mengaku tidak mengetahui secara detail aktivitas operasional di dalam gudang pada siang hari. Hal ini dikarenakan dirinya lebih sering melintasi area tersebut saat hari sudah malam.
"Kalau kita sih taunya itu gudang ekspedisi aja. Tapi saya mah kan berangkat pagi pulang malem, enggak tahu banget gitu aktivitasnya kalau siang gimana," ujar dia.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat melakukan investigasi awal terkait penyebab kebakaran. Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menyatakan dugaan sementara mengarah pada masalah kelistrikan.
"Dugaan penyebab sementara adalah akibat korsleting listrik pada mesin produksi di gudang freon," jelas Syaiful.
Kronologi kejadian bermula saat para pekerja gudang sedang melakukan lembur pada malam hari. Sekitar pukul 20.00 WIB, rentetan suara ledakan terdengar dari arah gudang freon yang memicu kepanikan di lokasi tersebut.
Saksi mata di lokasi segera mencari sumber suara dan menemukan kepulan asap pekat muncul dari bagian samping gudang, dekat area toilet. Api dengan cepat menjalar dan membesar sebelum laporan sempat diterima pos pemadam terdekat.
"Ketika saksi keluar dari gudang, ia melihat api sudah membesar. Api pun semakin membesar dan saksi melapor ke pos pemadam terdekat," ucap Syaiful.
Amukan si jago merah dilaporkan menghanguskan area seluas kurang lebih 1.000 meter persegi. Beruntung, seluruh pekerja yang berada di lokasi berhasil mengevakuasi diri tepat waktu sebelum api mengepung seluruh kawasan bangunan.
Guna memadamkan kobaran api, Sudin Gulkarmat mengerahkan 25 unit mobil pemadam dengan dukungan 125 personel gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Upaya pemadaman total membutuhkan waktu berjam-jam sejak api pertama kali terdeteksi pada pukul 19.40 WIB.
Petugas baru berhasil menjinakkan api sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, namun proses pendinginan berlanjut hingga belasan jam. Sampai Selasa siang pukul 14.00 WIB, petugas masih melakukan pendinginan karena masih ditemukan kepulan asap dan suara letupan kecil dari reruntuhan gudang.