Kebakaran hebat melanda RSUD Syekh Yusuf di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Jumat (29/5) siang saat sebagian besar karyawan sedang menunaikan salat Jumat. Api menghanguskan gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) serta merusak sebagian gedung radiologi lama.
Peristiwa yang dilansir dari Media Indonesia ini sempat memicu kepanikan luar biasa di kalangan pasien dan perawat. Kendati demikian, tim medis yang tengah menangani operasi caesar di dalam ruang operasi tetap berhasil menyelesaikan tindakan dengan selamat.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan total 12 unit armada gabungan dari Kabupaten Gowa dan Kota Makassar untuk memadamkan kobaran api. Sekitar 60 hingga 70 persen pasien dari total 200 lebih tempat tidur sempat dievakuasi ke luar gedung sebelum akhirnya dikembalikan setelah situasi aman.
"Coverage api sudah terlalu besar saat kami konfirmasi," kata Kepala RSUD Syekh Yusuf, dr. Gaffar.
Pihak manajemen rumah sakit segera menerapkan prosedur darurat guna menyelamatkan para pasien yang berada di area terdampak. Langkah cepat diambil untuk memindahkan pasien yang baru selesai menjalani operasi caesar ke ruangan yang lebih aman melalui tangga darurat karena listrik padam total.
"Kami segera pindahkan pasien ke IGD Maternal sesuai SOP. Sedikit panik di awal, tapi semuanya terkendali," ujar dr. Gaffar.
Setelah api berhasil dikendalikan secara menyeluruh, manajemen memastikan bahwa seluruh pelayanan medis esensial tetap berjalan. Pihak rumah sakit juga bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini.
"Semua pasien selamat. Operasi selesai. Tidak ada hambatan medis. Itu yang utama," kata dr. Gaffar.
Di sisi lain, proses pemadaman terkendala oleh minimnya personel di lokasi awal akibat waktu kejadian yang bertepatan dengan ibadah salat Jumat. Hal ini membuat deteksi awal terhadap kobaran api menjadi terlambat.
"Saat itu hampir semua karyawan rumah sakit sedang salat Jumat di masjid. Jadi tidak banyak yang langsung sadar ada kebakaran. Setelah salat selesai, barulah mereka melihat api dan menghubungi kami," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Damkar Gowa, Syamsul Bahri.
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama tim investigasi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama kebakaran. Dugaan awal menunjukkan adanya masalah pada sistem kelistrikan di area luar bangunan.