Kebakaran melanda gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (20/4/2026) siang. Insiden yang terjadi di lingkungan kantor pemerintah tersebut mengakibatkan enam orang mengalami luka-luka dan sesak napas saat api berkobar di lokasi.
Sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Dari belasan unit tersebut, lima armada disiagakan tepat di halaman gedung guna mempercepat upaya pemadaman dan pencegahan rambatan api ke area lain.
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan bantuan medis kepada para korban di depan gedung utama Direktorat Jenderal Bina Desa. Identitas korban terdiri dari lima pegawai Kementerian Dalam Negeri dan satu petugas pemadam kebakaran yang terluka saat bertugas.
Relawan PMI, Moza, menjelaskan bahwa para korban menderita kategori luka yang beragam mulai dari luka fisik luar hingga gangguan pada saluran pernapasan.
"Ada enam, tiga orang luka lecet ringan, sama tiga sesak napas," kata Moza, Relawan PMI.
Salah satu dari korban sesak napas tersebut dievakuasi ke dalam ambulans karena kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Petugas memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat di lokasi kejadian.
"Satu orang di ambulans karena punya riwayat asma. Sudah membaik, tapi ibunya ingin di ambulans aja," ujar Moza, Relawan PMI.
Seluruh pegawai diinstruksikan untuk segera mengosongkan area kerja meski titik api tidak melalap seluruh bagian bangunan. Kerumunan pegawai sempat terlihat di halaman kantor sebelum situasi dinyatakan terkendali oleh petugas di lapangan.
Hingga pukul 15.10 WIB, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di area yang terdampak. Asap tipis dilaporkan masih keluar dari sela-sela jendela gedung sebagai indikasi sisa panas yang masih dalam penanganan tim damkar.