Kebakaran melanda Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Kamis (30/4/2026) pagi yang memaksa puluhan penghuni melakukan evakuasi mandiri melalui tangga darurat. Peristiwa yang dilaporkan terjadi saat jam berangkat kerja tersebut menyebabkan kepanikan karena kepulan asap tebal memenuhi area lorong dan jalur penyelamatan.
Dilansir dari Megapolitan, data posko darurat hingga pukul 12.30 WIB mencatat sebanyak 90 penghuni telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, petugas masih berupaya menjangkau sekitar 10 penghuni yang dilaporkan terjebak di Tower C, mulai dari lantai 6 hingga lantai 28, termasuk beberapa lansia.
Joy, seorang penghuni lantai 26, menceritakan pengalamannya menghadapi situasi mencekam tersebut. Ia mengaku baru menyadari adanya bahaya setelah mendapatkan panggilan telepon dari ibunya karena alarm gedung tidak terdengar saat ia sedang tertidur.
"Awalnya tuh aku enggak tahu kalau kebakaran, dan lagi tidur. Sempat bangun pagi, tapi tidur lagi karena sakit kepala. Baru tahu setelah dikasih tahu sama mama aku yang telepon. Mama aku sudah berangkat kerja duluan," ungkap Joy.
Setelah menyadari situasi, Joy segera membawa adiknya keluar unit. Ia sempat berusaha memperingatkan tetangga sekitar, namun kondisi lorong sudah mulai tertutup asap dan sepi karena sebagian besar penghuni lain sudah turun lebih dulu.
"Saya ternyata telat, pas keluar itu yang lain semuanya sudah pada turun, karena sudah penuh asap, tinggal beberapa aja," ucap Joy.
Upaya evakuasi sempat terhambat karena jalur tangga darurat utama yang dituju sudah tertutup asap tebal yang menghalangi pandangan. Kondisi ini sempat memicu kepanikan di antara para penghuni yang berkumpul di lantai 26 untuk mencari arahan evakuasi.
"Langsung keluar mau turun, tapi awalnya tangga daruratnya tuh asap semua, jadi enggak kelihatan apa-apa. Sempat panik juga. Terus ada beberapa juga yang kumpul di lantai 26, jadi kayak nunggu arahan gitu mau evakuasi ke mana," ujarnya.
Joy akhirnya menemukan tangga darurat alternatif di dekat area pembuangan sampah yang kondisinya relatif lebih aman. Menggunakan masker seadanya, ia memutuskan untuk segera menuruni 26 lantai meski sisa asap masih menyelimuti jalur tersebut.
"Tangga daruratnya ada di dekat tempat pembuangan sampah gitu, yang aku mau turun itu dari dekat lift. Selama dari lantai 26 aku turun terus itu masih (ada asap), tapi enggak setebal yang di tangga darurat satunya, langsung turun gitu," kata Joy.
Selama proses penurunan, ia berusaha menjaga ritme langkahnya agar tetap tenang. Tindakan ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan di tangga yang sempit dalam kondisi penglihatan yang terbatas akibat asap.
"Jalan cepat saja sih. Kalau lari kan tetap harus ingat keselamatan. Benar-benar ya sudah cuma turun berusaha langsung menyelamatkan diri saja," tambahnya.
Setibanya di lantai dasar sekitar pukul 08.45 WIB, Joy mengalami sesak napas akibat kelelahan fisik dan paparan asap selama proses evakuasi dari ketinggian. Tim medis segera memberikan bantuan oksigen untuk memulihkan kondisinya di lokasi kejadian.
"Pas turun sampai bawah itu sesak napas karena capek turun tangga dan asap. Tadi sempat kehirup banyak kan asapnya soalnya dari lantai 26 sampai turun," ucap Joy.
Kini kondisi Joy dilaporkan telah berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan darurat. Meski demikian, ia mengaku masih merasakan sedikit sesak pada pernapasannya akibat insiden tersebut.
"Langsung dikasih kursi roda dan oksigen. Tapi sekarang sudah oke, sudah membaik, meski masih agak sesak sih," tutup Joy.
Petugas pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk mengevakuasi penghuni yang tersisa menggunakan tangga penyelamatan eksternal. Danton Damkar Jakarta Barat, Joko Susilo, mengonfirmasi bahwa asap tebal sempat membubung dari bagian belakang gedung selama proses pemadaman berlangsung.