Penghuni Apartemen Mediterania Terjebak Asap Saat Kebakaran 30 April 2026

Penghuni Apartemen Mediterania Terjebak Asap Saat Kebakaran 30 April 2026
Foto: Ilustrasi Penghuni Apartemen Mediterania Terjebak Asap Saat Kebakaran 30 April 2026.

Insiden kebakaran melanda Apartemen Mediterania Garden Residences pada Kamis pagi, 30 April 2026, yang memicu kepanikan luar biasa di kalangan penghuni. Asap hitam pekat dilaporkan memenuhi lorong serta tangga darurat dengan sangat cepat.

Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di lantai atas kesulitan untuk turun menyelamatkan diri. Dilansir dari Megapolitan, beberapa penghuni terpaksa berlari ke arah lantai yang lebih tinggi demi mencari udara segar karena akses ke bawah sudah tertutup jelaga.

Antonius, salah satu penghuni Tower Cattleya di lantai 28, baru menyadari bahaya sekitar pukul 08.00 WIB. Ia mengaku tidak mendengar bunyi alarm kebakaran namun langsung bereaksi saat mendengar suara kegaduhan dari para tetangga.

"Sekitar pukul 08.00 pagi saya mendengar beberapa tetangga itu mereka buru-buru untuk keluar untuk turun ke bawah, lari ke bawah. Saya lihat di bawah itu kedengaran sirene dari ambulans, dari sana saya langsung punya insting, jangan-jangan kebakaran," ungkap Antonius kepada wartawan di lokasi, Kamis.

Situasi semakin mencekam ketika Antonius mencoba membuka pintu unit apartemennya untuk mengevakuasi sang istri. Namun, koridor di lantai tempat tinggalnya sudah tidak memungkinkan untuk dilewati secara normal.

"Begitu buka pintu unit, koridor di lantai 28 itu sudah penuh dengan asap pekat, asapnya sangat hitam. Kami enggak bisa terobos. Jadi kami hanya bisa lari gedor-gedor pintu tetangga untuk memberi tahu sedang terjadi kebakaran," kata dia.

Upaya pencarian jalur keluar melalui tangga darurat juga menemui jalan buntu. Antonius menjelaskan bahwa dari tiga akses tangga darurat yang tersedia, hampir semuanya sudah tercemar oleh asap yang menyesakkan napas.

"Awalnya kami lewat tangga darurat, kan ada tiga, dari barat, tengah, dan timur. Dari timur itu sudah full penuh asap, dari tengah itu juga sudah tercemar dari asap, dari barat kami enggak sempat," jelas Antonius.

Karena kondisi fisik yang mulai melemah akibat sesak napas, ia bersama rombongan penghuni lain memutuskan untuk naik ke lantai yang lebih tinggi. Mereka berharap bisa mencapai area terbuka di bagian atap gedung.

"Kami semua tim yang ada di lantai 28 ke atas ambil inisiatif naiknya ke lantai atas, karena itu hanya bisa kami lakukan. Kami sudah berusaha untuk turun ke lantai bawah melalui tangga darurat karena sudah penuh dengan asap, kami enggak bisa jalan begitu lho," tambahnya.

Namun, harapan untuk menghirup udara di rooftop lantai 37 pupus lantaran pintu akses menuju atap tersebut ditemukan dalam keadaan terkunci rapat oleh pihak pengelola.

"Kami coba untuk naik ke rooftop ke lantai 36, ke lantai 37, tapi kebetulan sama pengelola terkunci. Jadi kami enggak bisa buka tanpa alat apa pun," keluhnya.

Bertahan di Unit Warga Selama Dua Jam

Dalam keadaan terdesak, warga terus mengetuk pintu-pintu unit di lantai atas hingga akhirnya seorang penghuni di lantai 35 memberikan perlindungan. Mereka bertahan di dalam unit tersebut selama sekitar dua jam sambil menunggu tim penyelamat.

"Kami gedor-gedor semua pintu beberapa warga supaya bisa buka pintu. Nah, kebetulan ada warga yang baik hati dari lantai 35 bersedia kami pakai (unitnya) untuk evakuasi di sana. Buka jendela, kami bisa masuk ke unit tersebut untuk ambil udara. Beberapa area sudah tidak bisa kami lakukan itu karena tidak steril (penuh asap)," ucapnya.

Mereka sempat berpikir untuk menggunakan lift barang, namun niat tersebut diurungkan karena ruang lift pun sudah dipenuhi asap. Antonius khawatir mereka akan pingsan jika memaksakan diri masuk ke dalam lift tersebut.

"Ternyata lift barang sendiri sudah dipenuhi sama asap. Jadi yang kami lakukan hanya menunggu sampai tim pemadam kebakaran menjemput. Karena kalau kami paksa untuk masuk ke lift barang, itu lift barang isinya asap, kami pasti jatuh pingsan di sana," kata dia.

Petugas pemadam kebakaran akhirnya tiba dan melakukan proses vakum untuk menyedot asap dari lorong sebelum mengevakuasi para penghuni turun ke lantai dasar sekitar pukul 10.00 WIB.

"Tunggu sampai mereka (Damkar) vakum liftnya, kemudian kami baru bisa turun ke lantai dasar. Sampai Damkar harus divakum karena itu enggak bisa napas kami," ujar Antonius.

Antonius merasa bersyukur karena meskipun mengalami sesak napas, tidak ada korban jiwa dalam kelompoknya. Ia menilai keputusan mencari sirkulasi udara dari jendela unit di lantai tinggi menjadi kunci keselamatan mereka.

"Kalau sejauh yang saya tahu, kebetulan semua korbannya dalam keadaan baik. Hanya mengalami beberapa sesak napas saja, tapi tidak mengalami sampai jatuh pingsan atau sakit yang parah," tutupnya.

Data Korban dan Proses Evakuasi Lanjutan

Data dari posko darurat hingga pukul 12.30 WIB mencatat 90 orang telah berhasil dievakuasi dari gedung. Kendati demikian, masih ada laporan mengenai penghuni yang terjebak di Tower C, termasuk lansia berusia 60 hingga 70 tahun.

Danton Damkar Jakarta Barat, Joko Susilo, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan masih terus bekerja untuk menyisir setiap lantai guna memastikan keselamatan seluruh penghuni Apartemen Mediterania Tanjung Duren.

ÔÇ£Dilaporkan langsung dari Apartemen Mediterania Tanjung Duren, evakuasi masih berlangsung,ÔÇØ kata Danton Damkar Jakarta Barat, Joko Susilo.

Terkait protes warga mengenai alarm dan sprinkler, Apartment Manager Mediterania Garden Residence, Anggi Febrianti, memberikan penjelasan resmi. Ia menyatakan bahwa sistem pengamanan kebakaran di gedung tersebut berfungsi sesuai prosedur.

"Sistem proteksi kebakaran gedungnya bekerja dengan sangat baik. Boleh dilihat bahwa sampai saat ini pun alarm masih bunyi. Saya juga memiliki video-video sprinkler yang pecah," tutur Anggi.

Anggi menegaskan bahwa sprinkler hanya akan aktif jika mendeteksi suhu panas pada level tertentu di lokasi spesifik, sehingga tidak semua lantai akan mengeluarkan air jika panasnya tidak mencapai titik tersebut.

"Sistem proteksi kebakaran itu sprinkler akan pecah pada saat di kondisi lantai yang memang terindikasi adanya panas dengan suhu tertentu. Kalau lantai lain yang tidak mengalami, panasnya tidak sampai di sana, itu tidak akan pecah. Seperti itu sistem kerjanya," jelasnya.

Pihak manajemen mengklaim telah mendeteksi api sejak pukul 07.30 WIB dan segera berkoordinasi dengan petugas berwenang untuk melakukan penanganan darurat.

"Saat ini juga saya mengucapkan terima kasih kepada Damkar, Pak Kapolres, juga PMI yang sudah banyak sekali membantu kami, jadi kami dengan segera melakukan evakuasi. Kami dapat jamin bahwa sistem proteksi kebakaran gedung kami itu sangat baik karena setiap tahunnya ada pengecekan dan sertifikasi serta uji coba," tutupnya.

Artikel terkait

Rekomendasi