Distamhut DKI Perketat Keamanan Taman Bendera Pusaka Jakarta Selatan

Distamhut DKI Perketat Keamanan Taman Bendera Pusaka Jakarta Selatan
Foto: Ilustrasi Distamhut DKI Perketat Keamanan Taman Bendera Pusaka Jakarta Selatan.

Dinas Pertamanan dan Kehutanan DKI Jakarta memperketat pengamanan di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/4/2026). Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kepadatan pengunjung di kawasan ruang terbuka hijau yang beroperasi selama 24 jam tersebut.

Dilansir dari Megapolitan, otoritas terkait telah membangun jalur koordinasi dengan aparat kewilayahan setempat untuk memastikan ketertiban area. Pengawasan intensif melibatkan personel dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga Satpol PP yang disebar ke seluruh area taman.

"Memang harus diantisipasi dari sisi keamanan. Kita sudah koordinasi dengan kewilayahan setempat," kata Kepala Distamhut Jakarta Fajar Sauri.

Fajar menjelaskan bahwa pengamanan juga didukung oleh infrastruktur teknologi di lokasi. Sebanyak 27 unit kamera pengawas (CCTV) telah terpasang khusus di Taman Bendera Pusaka dari total ratusan unit yang tersebar di puluhan taman di Jakarta.

"Kalau untuk CCTV, total ada 293 unit. Tapi itu untuk 36 taman (di Jakarta). Kalau di Taman Bempus (Bendera Pusaka), ada 27 CCTV," kata Fajar.

Besarnya minat masyarakat membuat fasilitas parkir di lahan Pavilion Merah sering kali penuh. Selain masalah daya tampung kendaraan, pengelola juga mencatat adanya pola kunjungan berbeda antara sore hari yang didominasi keluarga dan malam hari yang dipadati anak muda.

"Lucunya kalau datang ke sana itu ada kategorinya. Kalau sore, itu banyak keluarga dan anak-anak. Ada yang main di Children play ground (CPG), prosotan, ada yang kasih makan burung, kasih makan ikan juga," ujarnya.

Menjelang malam, pengunjung umumnya memadati spot foto di jembatan penghubung antara Taman Langsat dan Taman Ayodya. Fajar menyebutkan bahwa sirkulasi pengunjung yang terus berganti hingga pagi menjadi tantangan besar, terutama pada aspek manajemen kebersihan.

"Jadi pergerakan pengunjung itu berganti sampai malam, bahkan sampai pagi bisa ramai," kata Fajar.

Lonjakan volume sampah menjadi persoalan serius seiring dengan tingginya jumlah orang yang datang. Fajar menambahkan bahwa pihaknya saat ini sedang menangani keluhan mengenai bau tidak sedap di beberapa titik tertentu.

"Ini yang harus diantisipasi, termasuk sampahnya juga. Sampah itu bener-bener banyak banget," ujarnya.

Bau tersebut muncul karena instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan tersebut masih dalam proses pengerjaan. Sebagai solusi sementara, petugas menggunakan kapur barus untuk mengurangi aroma tidak sedap di area terdampak.

"Memang saat ini masih ada bau, karena IPAL-nya belum jadi. Nanti kalau sudah jadi, kita harapkan lebih baik. Untuk sementara kita antisipasi pakai kamper supaya agak wangi," kata dia.

Taman Bendera Pusaka berdiri di lahan seluas 5,6 hektare yang menggabungkan Taman Leuser, Taman Langsat, dan Taman Ayodya. Kawasan yang direvitalisasi sepanjang tahun 2025 ini telah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 15 Maret 2026.

"Alhamdulillah Taman Bendera Pusaka ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Pramono berharap taman yang dilengkapi jalur jogging dan lapangan olahraga ini tetap terjaga fasilitasnya. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dari masyarakat agar ruang publik inklusif ini dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi