Ketua RT Gandaria Utara Pasang Panic Button Perkuat Keamanan Warga

Ketua RT Gandaria Utara Pasang Panic Button Perkuat Keamanan Warga
Foto: Ilustrasi Ketua RT Gandaria Utara Pasang Panic Button Perkuat Keamanan Warga.

Ketua RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori, meluncurkan fitur keamanan tambahan berupa panic button dan toa suara malam di enam titik wilayahnya pada Kamis (14/5/2026). Inovasi bernama Si Jaga Warga ini bertujuan memperkuat sistem keamanan digital yang telah ada guna menekan potensi tindak kriminal.

Sistem baru ini melengkapi sarana keamanan sebelumnya yang mencakup akses gerbang digital dan pelacak GPS kendaraan. Penambahan teknologi ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk mengingatkan warga mengenai jam malam dan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di area pemukiman, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Imam Basori menjelaskan bahwa toa suara tersebut berfungsi ganda sebagai sarana sosialisasi bagi orang tua agar lebih memperhatikan keberadaan anak-anak mereka saat malam hari.

"Nah, itu isinya imbauan masyarakat, khususnya anak-anak nih jam malam, jam 22.00 WIB sudah bisa kembali lagi ke rumah, istirahat. Jadi, orangtua diingatkan juga tentang listrik maupun kompor dan juga kendaraan bermotornya," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.

Keberadaan panic button yang terintegrasi dengan pengeras suara memungkinkan pengurus RT memberikan pengumuman darurat secara instan kepada seluruh warga. Meski saat ini alarm baru aktif di satu titik, pihak pengurus berencana melakukan integrasi sistem secara menyeluruh agar semua perangkat dapat berbunyi bersamaan.

"Tapi setidaknya, kan denger kenceng banget. Awalnya kita ini RT lain, keluar semua karena simulasi," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.

Selain sistem suara, penguatan keamanan juga dilakukan melalui digitalisasi buku mutasi petugas siskamling dengan penggunaan kode QR patroli. Imam Basori memaparkan bahwa petugas kini wajib memindai kode di lima titik pos berbeda untuk mencatatkan hasil pemantauan secara langsung.

"Kan masing-masing gerbang itu saya kasih pos 1, pos 2, pos 3, sampai pos 5, nanti pos 5-nya mereka mengisi hasilnya apa di beberapa titik pos, jadi menggantikan mutasi," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.

Pengawasan lingkungan juga diperluas dengan memberikan akses CCTV kepada seluruh warga melalui aplikasi ponsel pintar. Kebijakan ini diambil agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam memantau kondisi keamanan di sekitar tempat tinggal mereka masing-masing.

"Semua warga bisa mengakses di smartphonenya mereka, jadi kita info ke masyarakat," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.

Sistem ini juga mendukung fitur komunikasi dua arah yang memudahkan pengurus lingkungan untuk menginterogasi orang atau tamu asing yang datang pada jam-jam rawan secara jarak jauh.

"Nanti ada orang-orang mencurigakan, kita bisa ngomong atau ada tamu malam nyari siapa, jadi bisa interaksi dua arah," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.

Pendanaan seluruh fasilitas keamanan ini bersumber dari dana operasional RT sebesar Rp 2,5 juta per bulan serta bantuan swadaya masyarakat. Imam Basori menegaskan bahwa warga tidak dipungut biaya tambahan untuk menikmati seluruh fasilitas teknologi keamanan tersebut.

"Enggak, free gratis, karena kita kan, kembali lagi ya, dana operasional. Kembali lagi dana itu kan dari pajak dari warga, oleh warga, dan untuk warga," kata Imam Basori, Ketua RT 11 RW 7 Gandaria Utara.

Sebelumnya, wilayah ini telah menerapkan pembatasan akses masuk menggunakan kartu tap bagi warga mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.30 WIB. Selain itu, pengurus RT juga memfasilitasi perangkat GPS seharga Rp 350.000 hingga Rp 400.000 untuk kendaraan milik kepala keluarga yang terdaftar.

Artikel terkait

Rekomendasi