Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi temuan kasus baru virus Hanta di Swiss pada Rabu (6/5/2026) yang menjangkiti salah satu penumpang kapal pesiar MV Hondius. Penambahan ini meningkatkan jumlah kasus suspek menjadi delapan orang dengan tiga di antaranya telah terverifikasi melalui uji laboratorium.
Dilansir dari Detik Health, pasien tersebut segera memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit di Zurich, Swiss, setelah turun dari kapal. Hingga saat ini, otoritas kesehatan setempat masih melakukan perawatan medis intensif terhadap pasien yang bersangkutan untuk menangani infeksi tersebut.
"Sejalan dengan International Health Regulations (IHR), WHO bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk mendukung pelacakan kontak internasional, guna memastikan bahwa mereka yang berpotensi terpapar dapat dipantau dan penyebaran penyakit lebih lanjut dapat dibatasi," beber WHO dalam keterangan resminya, Rabu (6/5).
Identifikasi varian yang dilakukan oleh National Institute for Communicable Diseases (NICD) Afrika Selatan dan Geneva University Hospitals (HUG) memastikan bahwa virus tersebut merupakan jenis Andes hantavirus. Temuan ini menjadi perhatian serius karena karakteristik penyebarannya yang spesifik.
"Strain atau varian Andes dari hantavirus, dapat menular antarmanusia, pada dua penumpang yang berada di kapal pesiar yang menjadi pusat wabah infeksi langka tersebut," kata otoritas di Afrika, pada Rabu, dikutip dari AP News.
Penularan virus ini biasanya terjadi melalui perantara hewan pengerat, namun para ahli menegaskan bahwa transmisi antarmanusia dimungkinkan melalui kontak fisik yang sangat dekat. Hal ini mencakup aktivitas berbagi tempat tidur atau konsumsi makanan yang sama di lingkungan yang terbatas.
"Dukungan dari Institut Pasteur Dakar di Senegal serta Administración Nacional de Laboratorios e Institutos de Salud (ANLIS Malbrán) di Argentina juga sangat penting dalam penanganan kejadian ini. Hingga 6 Mei, terdapat 8 kasus, di mana 3 di antaranya telah dikonfirmasi sebagai hantavirus melalui uji laboratorium," tuturnya.
Lembaga kesehatan dunia tersebut kini tengah berfokus pada pemberian informasi bagi seluruh penumpang dan kru kapal guna memutus rantai penularan. Upaya kolaboratif lintas negara terus diperkuat mengingat asal virus Andes yang secara historis dominan ditemukan di wilayah Amerika Selatan.
"WHO akan terus bekerja sama dengan negara-negara untuk memastikan pasien, kontak erat, penumpang, dan awak kapal mendapatkan informasi serta dukungan yang mereka butuhkan agar tetap aman dan mencegah penyebaran," pungkasnya.