RA Kartini Rancang Meja Pandawa Lima Penuh Makna Filosofis

RA Kartini Rancang Meja Pandawa Lima Penuh Makna Filosofis
Foto: Ilustrasi RA Kartini Rancang Meja Pandawa Lima Penuh Makna Filosofis.

Raden Ajeng Kartini menunjukkan sisi artistiknya melalui perancangan meja makan Pandawa Lima yang sarat akan nilai filosofis kekeluargaan di kediamannya di Rembang. Perabot bersejarah tersebut menjadi saksi kehangatan keluarga sang pahlawan emansipasi saat menetap di bangunan yang kini menjadi Museum RA Kartini, Jumat (17/4).

Karya seni berupa meja dan kursi ini terletak di ruang tengah museum yang dahulunya merupakan rumah tinggal Kartini bersama suaminya, Raden Adipati Djojo Adiningrat. Sebagaimana dilansir dari Detik Travel, furniture tersebut mencerminkan selera estetika tinggi yang dimiliki Kartini dalam menata interior rumahnya.

Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, Retna Dyah Radityawati, menjelaskan bahwa meja tersebut bukan sekadar furnitur ruangan semata. Benda ini memiliki fungsi sosial penting bagi interaksi internal keluarga tersebut setiap sore hari.

"Bagi sebagian orang mungkin itu hanya meja keluarga biasa, tetapi di situlah keluarga Kartini berkumpul," ujar Retna, Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang.

Kebiasaan berkumpul keluarga ini biasanya dilakukan pada pukul 16.00 WIB setelah suami Kartini selesai menjalankan tugas mengajar. Mereka menghabiskan waktu bersama dengan tradisi minum teh herbal yang dipetik langsung dari kebun rumah.

"Mereka duduk bersama, minum teh yang dicampur kapulaga dari taman samping rumah," jelas Retna, Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang.

Secara visual, meja tersebut dihiasi ornamen tokoh wayang Pandawa Lima yang melambangkan keutuhan fondasi keluarga. Pemilihan karakter ini menegaskan visi Kartini mengenai pentingnya solidaritas dan kekuatan hubungan antaranggota keluarga di dalam rumah tangga.

"Pandawa Lima itu simbol keluarga yang solid. Artinya Kartini punya filosofi bahwa keluarga harus kuat dan kompak," ungkap Retna, Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang.

Melengkapi meja tersebut, terdapat enam buah kursi yang memiliki pola gambar tokoh berbeda-beda. Lima kursi merepresentasikan tokoh Pandawa, sedangkan satu kursi lainnya menampilkan sosok Kresna yang ditempatkan sebagai simbol kebijaksanaan.

Peran Kresna dalam desain tersebut diartikan sebagai elemen penengah atau mediator apabila terjadi perselisihan di dalam lingkaran keluarga, merujuk pada perannya dalam wiracarita Mahabharata.

"Ini menunjukkan nilai kebijaksanaan dan peran penengah dalam keluarga," pungkas Retna, Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang.

Artikel terkait

Rekomendasi